AYOJAKARTA.COM - Isu gerakan bawah tanah yang disebut ingin mengintervensi hukuman Ferdy Sambo belakangan menjadi perbincangan publik.
Martin Simanjuntak selaku Pengacara Brigadir Yosua juga turut menanggapi soal isu gerakan bawah tanah dalam kasus Ferdy Sambo.
Martin Simanjuntak menyampaikan bahwa upaya gerakan bawah tanah tersebut telah ada sejak awal kasus Ferdy Sambo.
Baca Juga: Waduh! Dosen Ilmu Kepolisian Sebut Mati Siji Mati Kabeh Jika Ferdy Sambo Dihukum Mati, Kok Bisa?
Martin Simanjuntak menyebut bahwa ada oknum yang memiliki kepentingan mendatangi Kamaruddin Simanjuntak untuk melakukan penawaran.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Uya Kuta Tv pada Kamis, 2 Februari 2023 berikut ulasannya.
“ya jadi gini yah ini kan dulunya berbicara di awal yah, itu memang ada oknum berbintang yang datang menemui Bang Kamaruddin dari suatu daerah dua orang,” ungkap Martin.
Dua oknum tersebut mendatangi Kamaruddin Simanjuntak bermaksud untuk meminta perdamaian antara pelaku pembunuhan dengan keluarga Brigadir Yosua.
“ternyata dua oknum ini mengatakan, damaikan saja udah antara keluarga dengan para pelaku lalu Bang Kamaruddin mengatakan, apa yang mau didamaikan orang siapa yang melakukannya saja kita belum tahu, siapa pelakunya, jelasin dulu siapa pelakunya yang pasti saya nggak percaya kalau pelakunya hanya Richard katanya gitu yah,” ujar Martin.
Permintaan lain yang diajukan kepada Kamaruddin Simanjuntak, yakni ia diminta untuk tidak menyerang pimpinan maupun institusi.
Lalu ketiga, Kamaruddin diminta untuk tidak membeberkan kepada media.
Untuk melancarkan niatnya, oknum berbintang tersebut sampai menyodorkan uang dollaran kepada Kamaruddin Simanjuntak.
Beruntung Kamaruddin Simanjuntak menolak untuk menerima tawaran tersebut.
“bahkan katanya sudah disiapkan sejumlah gambar-gambar Presiden Amerika itu sebagai tanda itikad baik, cuma Bang Kamaruddin nggak mau terima, karena buat apa diterima kan orang nggak ada urusan kok, kok jadi kita yang dibayar ini kan kita murni bekerja,” ujar Martin.
Baca Juga: 5 Amalan Jelang Isra Miraj 18 Februari 2023, Lengkap dengan Bacaan Sayyidul Istigfar
Sehingga dari situlah Pengacara Brigadir Yosua menilai bahwa ada upaya-upaya campur tangan dari luar dalam kasus Ferdy Sambo.
Berdasarkan keterangan Martin, ia mengatakan bahwa Ketua Indonesia Police Watch (IPW) menyebut jika orang yang terlibat dalam gerakan bawah tanah itu diduga berpangkat Brigjen.
Diduga inisal dari oknum tersebut yakni Brigjan I yang mencoba melakukan lobi-lobi dalam hukuman eks Kadiv Propam.
“kemarin saya ketemu sama Mas Sugeng Teguh Santoso dari IPW, dia pun mengatakan hal serupa dari yang dia tahu dari lingkaran networkingnya dia, ada satu Brigjen, katanya Brigjen I,” ujar Martin.
“Brigien I inilah perpanjangan tangan dari konsorsium, maksudnya konsorsium pendukung FS yang menginginkan FS dihukum ringan dia mencoba untuk melobi-lobi secara langsung,” tambahnya.***

Share this article
Soal gerakan bawah tanak Martin Simanjuntak cerita hal ini terjadi dari awal kasus pembunuhan Brigadir J, bongkar apa saja yang dilakukan