AYOJAKARTA.COM - Beredar berita terkait gempa bumi dan tsunami yang mana menjadi topik yang hangat diperbincangkan di penghujung tahun 2022.
Menuju tahun 2023, banyak berita terkait gempa bumi dan tsunami yang membuat masyarakat bertanya akan kebenarannya.
Apalagi beberapa saat lalu beredar kabar gempa bumi dan tsunami besar yang akan melanda 18 titik.
Dikutip ayojakarta.com dari Twitter @daryonoBMKG dan @DokterTifa pada 28 Desember 2022, berikut fakta sebenarnya.
Baca Juga: Update Informasi Cuaca Ekstrem 28-30 Desember 2022, BMKG Imbau Masyarakat Berhati-hati dan Waspada
Benarkah akan terjadi gempa bumi dan tsunami besar pada 18 titik?
"Perkiraan Gempa dan Tsunami besar terjadi antara 20 Desember 2022 sampai dengan 23 Januari 2023. Titik kejadian belum diketahui karena ada 18 titik potensi, sesuai BMKG. Semua daerah siaga. Dan berdoa semoga Allah swt melindungi kita semua dari marabahaya dan malapetaka. Perkuat IRON DOME," cuit akun @DokterTifa.
Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Akan Terjadi di Akhir dan Awal Tahun: Ini Persebaran Daerahnya!
Bahkan ia menjadikannya thread atau membalas cuitannya sendiri dengan membahas apa itu Iron Dome.
"Yang belum jadi Anggota SDT, IRON DOME itu adalah Kubah Raksasa pelindung Indonesia, yang disusun dari doa, zikir, shalawat, sedekah, amal jariyah, yang dilakukan oleh orang-orang sholeh. Jadilah orang sholeh yg membantu terus memperkuat IRON DOME," tulis dokter Tifa.
Hal ini membuat warganet menjadi bertanya-tanya terkait cuitan akun dokter Tifa hingga menanyakan kepada Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG.
"Pak @DaryonoBMKG apa ini benar? Saya baru tahu ada komen begini. HOAX kah, Pak?" cuit akun @Ubai_mou.
Baca Juga: Ingin Kaya? Dokter Tifa Bocorkan Bisnis Paling Menguntungkan di 2023, Simak di Sini!
Cuitan tersebut kemudian mendapatkan balasan dari Daryono melalui akun Twitternya.
"Just illusion," balas akun @DaryonoBMKG.
Lebih lanjut, Daryono selaku Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jakarta, menjawab sebagai berikut.
"Tidak benar kak, para ahli gempa belum bisa memprediksi hal ini," balas Daryono dalam Twitternya.
Hal ini membuat cuitan dokter Tifa ramai komentar dari warganet.
"Tweet saya screenshot, saya kirim ke BMKG, semoga ada jawaban. Setahu saya BMKG gak pernah ngeluarin statement perkiraan gempa dan tsunami apalagi dengan rentang waktu yang jelas seperti itu," cuit akun @gianysheva.
"Dah kayak dukun, banyak ahli hanya memperkirakan tanpa bisa memberi kapan waktunya, ini kok sudah bisa kasih waktunya, sudah dapat bisikan dari setan mana?" cuit @dSoesanto78.
Sebelumnya, Daryono juga pernah mengimbau agar media mencermati sumber asli dalam membuat berita, melalui cuitannya terkait berita pemantauan gempa dan tsunami di Jepang karena naiknya aktivitas vulkanik gunung Semeru.
"Saya mengunggah laman NHK yang sudah diterjemahkan itu sebagai bukti bahwa tidak ada apa apa yang patut dikhawatirkan. Ini buat klarifikasi beberapa media indonesia yang menulis seolah ada sesuatu yang akan terjadi. Maka saya minta kepada media kita cermati sumber aslinya jangan membuat kita takut," tulis Daryono di @DaryonoBMKG.
Selain mengimbau media, masyarakat juga diimbau untuk tidak panik dan selalu mencermati berita resmi yang ada.***

Share this article
Berikut penjelasan Daryono BMKG terkait cuitan dokter Tifa soal 18 titik yang berpotensi gempa bumi dan tsunami besar.