AYOJAKARTA.COM - Libur natal dan tahun baru banyak yang menghabiskan waktu pergi ke luar kota, luar pulau bahkan luar negeri menggunakan pesawat terbang.
Namun, baru-baru ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah terdampak potensi awan Cumulonimbus, yang bisa menyebabkan gangguan penerbangan selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru).
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus berdampak selama tujuh hari ke depan mulai 27 Desember 2022 hingga 2 Januari 2023.
Baca Juga: Waspada! BMKG Sebut 21 Wilayah Pesisir Indonesia Terancam Banjir Rob, Catat Tanggal Prediksinya
Jadi apa itu Awan Cumulonimbus?
Awan Cumulonimbus adalah satu dari empat jenis awan yang berbahaya untuk penerbangan.
Awan Cumulonimbus merupakan awan mengerikan yang harus dihindari dalam dunia penerbangan.
Cumulonimbus adalah awan yang memuat badai petir dengan ciri khas awan berwarna gelap.
Awan jenis ini dapat mengakibatkan badai petir yang bergejolak hebat di atmosfer. Pesawat yang nekat terbang akan mengalami banyak masalah jika terbang masuk ke dalam jenis awan Cumulonimbus.
"Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah udara Indonesia kaitannya dengan jalur penerbangan dengan persentase cakupan spasial lebih dari 75 persen (FRQ/Frequent) selama tujuh hari ke depan," kata Guswanto dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/12/2022) seperti dilansir Ayojakarta dari Suara.com.
Berikut ini adalah daftar wilayah potensi awan Cumulonimbus:
27 Desember 2022
Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Sulawesi Selatan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, dan Papua
Baca Juga: Sah! Presiden Jokowi Resmikan Stasiun Manggarai Tahap I, Begini Potretnya!
28 Desember 2022
Jalur penerbangan di atas Aceh, Perairan Bengkulu, Selat Sunda, Perairan selatan P. Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali. NTB, NTT, Laut Jawa, Sulawesi Selatan, Laut Banda, Teluk Cendrawasih, Laut Arafuru dan Papua.
29 Desember 2022
Jalur penerbangan di atas Pesisir Barat Sumatera, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Selat Sunda, Perairan selatan P. Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Laut Jawa, Selat Makassar, Sulawesi Selatan, Laut Banda, Laut Arafuru dan Papua.
30 Desember 2022
Jalur penerbangan di atas Pesisir Barat Sumatera, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, Perairan selatan P. Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Sulawesi.
31 Desember 2022
Jalur penerbangan di atas Perairan Bengkulu, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, Perairan selatan P. Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Laut Arafuru dan Papua.
Januari 2023
Jalur penerbangan di atas Perairan Bengkulu, Bengkulu, Selat Sunda, Perairan selatan P. Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda dan Laut Arafuru.
Jalur penerbangan di atas Perairan Bengkulu, Bengkulu, Perairan selatan Jawa Tengah hingga NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda dan Laut Arafuru.
Itulah daftar wilayah yang berpotensi terdampak awan Cumulonimbus pada 27 Desember 2022 - 02 Januari 2023.
Masyarakat diminta untuk selalu update soal info cuaca melalui media sosial atau aplikasi BMKG.
Tetap waspada dan berhati-hati dimanapun Anda berada.

Share this article
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan,potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus berdampak selama tujuh hari ke depan mulai 27/12/22