AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan wilayah Indonesia akan diguyur hujan lebat pada liburan Natal dan Tahun Baru 2023.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instagram @infobmkg, penjelasan mengenai perlunya masyarakat mewaspadai adanya Hujan dengan intensitas yang signifikan di berbagai wilayah disampaikan melalui unggahan video.
BMKG kemudian menjabarkan beberapa wilayah yang perlu diwaspadai akibat adanya peningkatan potensi hujan lebat.
Baca Juga: Khusus Akhir Tahun, Beli Produk Bancassurance dan Reksadana Ada Hadiah Jutaan Rupiah dari bank bjb
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat tersebar di wilayah Pulau Jawa yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku.
Kemudian untuk wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat adalah Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Kepala BMKG Dwikorita mengatakan bahwa adanya peningkatan intensitas hujan di berbagai wilayah di Indonesia disebabkan oleh sejumlah dinamika atmosfer.
"Peningkatan aktivitas Monsun Asia yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan" ucap Dwikorita.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Drakor Tayang Desember 2022 Ini, Ceritanya Seru dan Gak Ngebosenin
Selain itu peningkatan intensitas seruakan dingin Asia yang kemudian dapat meningkatan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Aktivitas tersebut kemudian dapat menyebabkan pertumbuhan awan hujan di daerah Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Dinamika atmosfer lainnya yaitu adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia.
Hal itulah yang kemudian menyebabkan potensi hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin di permukaan, serta peningkatan gelombang tinggi di permukaan.
Selain itu terpantaunya beberapa aktivitas gelombang atmosfer yaitu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terbentuk bersama gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.
Kondisi inilah yang kemudian mempengaruhi terhadap peningkatan hujan yang signifikan di beberapa wilayah Indonesia terutama di Indonesia bagian tengah dan timur.
Dwikortika kemudian memberikan himbauannya kepada masyarakat agar tetap memonitor informasi cuaca melalui BMKG.
"Jadi mohon untuk terus selalu memonitor perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG," ucap Dwikorita.
Selain itu BMKG juga menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi yang sangat besar.***

Share this article
BMKG kemudian menjabarkan beberapa wilayah yang perlu diwaspadai akibat adanya peningkatan potensi hujan lebat. Ada bencana hidrometeorogi