Benarkah Gempa Megathrust Akan Terjadi Dalam 40 Tahun Mendatang? Ini Kata Pakar Geodesi ITB Terkait Siklusnya!

Benarkah Gempa Megathrust Akan Terjadi Dalam Waktu 40 Tahun Mendatang?
Benarkah Gempa Megathrust Akan Terjadi Dalam Waktu 40 Tahun Mendatang?

AYOJAKARTA.COM---Negara Indonesia merupakan negara yang berada pada ring of fire, dimana akhirnya menjadikan Indonesia salah satu daerah rawan gempa dengan potensi gempa Megathrust beserta tsunami.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Peneliti Geodesi ITB, Heri Andreas yang mengungkapkan jika saat ini Indonesia berada di penghujung siklus gempa megathrust.

Siklus gempa megathrust menjadi ancaman bencana besar di Indonesia yang ternyata sudah diteliti oleh berbagai ahli baik dari BMKG maupun pihak lain.

Baca Juga: Tigor Otadan Beri Ramalan 2023, Indonesia Diserang Penyakit Misterius Mematikan, Lebih Ganas dari Covid?

Indonesia menyimpan banyak sekali potensi potensi gempa baik karena sesar aktif, pergeseran lempeng tektonik, ataupun sebab lain.

Seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube TV One News Sabtu 17 Desember 2022, yang menampilkan penjelasan dari Heri Andreas perihal ancaman gempa megathrust.

Sudah banyak penelitian menyebutkan jika wilayah Selat Sunda dapat berpotensi gempa megathrust hingga 9 magnitudo, dan wilayah Sumur, Pandeglang, Banten berpotensi magnitudo 6.6.

Baca Juga: Terpopuler! Hasil Poligraf Bharada E Positif, Ronny Talapessy: yang Bohong Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Namun dari seluruh penelitian tersebut masih belum ada yang dapat memastikan kapan hal tersebut akan terjadi terkait hari, jam, dan tanggal.

Namun menurut Heri bahwa waktu terjadinya gempa megathrust memang belum dapat dipastikan tetapi fase siklus gempa megathrust dapat dijelaskan dari penelitiannya.

“Kalau kita bicara kapan pastinya, belum ada penelitian yang bisa menentukan sampai dengan hari apalagi jam, tetapi kita mengenal yang namanya siklus gempa bumi atau earthquake cycle,” ujar Heri.

Menurut Heri Andreas, ‘Earthquake cycle’ merupakan gempa berulang dan bahkan bisa diikuti tsunami jika gempa yang terjadi cenderung besar dan berada di laut.

Baca Juga: 7 Kota di Indonesia yang Relatif Aman Secara Geografis dari Ancaman Gempa Megathrust Serta Tsunami Besar

Heri pun memperlihatkan sebuah hasil penelitian dimana pada sekitar tahun 1400an telah terjadi gempa bumi dan tsunami dan berulang di 200 tahun berikutnya.

“Di sekitar tahun 1400an itu ada rangkaian gempa bumi dan tsunami , nah di 200 tahun berikutnya itu di 1600an itu juga ada catatan gempa bumi dan tsunami. Pada 200 tahun berikutnya di 1800an ya di 1883 ada juga rangkaian gempa bumi dan tsunami,” jelas Heri.

“Jadi polanya itu per 200 tahunan itu jelas ya, nah dari 1800 tambah 200 berarti di tahun 2000 artinya karena kita berada di tahun 2022, artinya kita berada di ujung siklus perulangan gempa bumi, gempa besar dan tsunami,” ungkap Heri menambahkan.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5.1 Guncang Sumur Banten, Getaran Terasa hingga Lampung dan Palembang

Heri kemudian menjelaskan jika dalam kurun waktu 40 tahun kedepan, Indonesia bisa menjadi saksi adanya gempa dan tsunami pada segmen daerah Pulau Jawa.

“Di range 40 tahun, secara teori harus terjadi,” ungkap Heri Andreas.

“Tentunya di daerah lain juga bisa terjadi tetapi kalau khusus di segmen megathrust Jawa Sumatera, sekarang yang sedang menunggu adalah selatan Jawa Barat Banten, Selatan Padang, kemudian Parangtritis juga sama sedang menunggu, ini energinya juga bisa 9,” jelas Heri.

Baca Juga: Waspada! Peneliti Geodesi Ungkap 5 Wilayah Ini Dalam Fase 'Menunggu' Siklus Puncak dari Gempa Megathrust

“Kemudian Bali sebenarnya besar tapi ya sensitif di sini. Jadi bisa di selatan Jawa Barat Banten dulu habis itu ke Parangtritis, atau ke Padang,” ujar Heri.

Gempa megathrust belum tentu didahului dengan munculnya gempa-gempa kecil, namun bisa saja menurut Heri, bahwa sedang mengakumulasi energi sehingga terlihat diam saja, namun secara tiba-tiba muncul gempa Megatrust tersebut.

Hal itu dalah satunya berdasarkan dengan reologi batuan.

Baca Juga: Sesar Cugenang Jadikan 9 Desa di Cianjur Zona Bahaya, BMKG Ungkap Tak Boleh Jadi Hunian: Terlarang!

“Kenapa bisa ada gempa-gempa kecil dahulu, itu tergantung pada reologi batuan namanya atau kekuatan batuan. Dan di sini kekuatan batuannya beda-beda,” terang Heri.

Menurut Heri bahwa karakteriktik gempa akan bergantung juga salah satunya dengan jenis batuan yang ada.***

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pakar Geodesi ITB
# siklusnya
# heri andreas
# tsunami
# gempa Megathrust
# 40 tahun

News Update

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.