AYOJAKARTA.COM - Warga Nahdlatul Ulama (NU) marah dengan usulan yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Lukmanul Khakim.
Hal ini disebabkan karena partai politik yang mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar diusulkan untuk mengubah namanya dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan menjadi Koalisi PBNU.
Nama Koalisi PBNU mengacu pada singkatan yang mencakup Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.
Ketua Umum Jamaah Yasinan Nusantara (Jayanus) yang juga merupakan Kader NU Idham Cholid menyatakan bahwa penggunaan akronim PBNU hanya dimaksudkan untuk tujuan elektoral guna meyakinkan warga Nahdliyin.
"Mereka selalu bawa nama dan simbol NU. Ini juga menjadi bukti bahwa mereka masih selalu under estimate, menganggap warga NU bodoh, hanya bisa ditipu dengan cara berpolitik seperti itu," ucapnya.
Baca Juga: Usai Deklarasi Cak Imin Jadi Cawapres, PKS Yakini Anies Baswedan Tetap Bisa Menang Meski...
Menurutnya, partai politik dan politisi sebaiknya berusaha keras untuk mewujudkan nilai-nilai yang terkandung dalam fondasi kebangsaan dengan tindakan nyata daripada hanya menjadikannya sebagai simbol belaka.
"Menjadi gerakan politik yang lebih berbudaya, memberdayakan rakyat dan mengokohkan sendi-sendi kehidupan bangsa. Bukan sebaliknya, sekadar gerakan simbolik belaka," lanjutnya.
Ia juga berpendapat bahwa menggunakan nama tersebut untuk kepentingan politik praktis adalah tindakan monopoli yang tidak menghasilkan pemahaman yang lebih dalam bahkan hanya memanfaatkan simbol tersebut untuk mengelabui masyarakat.
Selain itu, Idham Cholid juga mencatat bahwa akronim PBNU telah menjadi populer di kalangan kiai-kiai NU sebagai alat untuk mengedukasi masyarakat tentang empat pilar kebangsaan tersebut.
Baca Juga: Tunggu Dukungan PKS di Pilpres 2024, Cak Imin Harapkan Hal Ini
Lebih dari itu, akronim tersebut juga dianggap sebagai wujud kreativitas untuk memudahkan pemahaman dan penerapan pilar kebangsaan yang sebenarnya dalam kehidupan berkomunitas, berbangsa dan bernegara.
Sebelumnya, Lukmanul Hakim mengungkapkan kepada media bahwa dia mengusulkan nama Koalisi PBNU untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam persiapan menghadapi Pemilihan Presiden 2024.
Akronim PBNU ini merujuk pada nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945.
Artikel ini telah tayang di suara.com dengan judul PKB Usul Koalisi Pengusung Anies-Muhaimin Bernama PBNU, Bikin Nahdliyin Murka: Mereka Selalu Bawa Nama dan Simbol NU.***

Share this article
PKB Usulkan Koalisi Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar diberi nama PBNU mengundang kontroversi di kalangan Nahdliyin.