AYOJAKARTA.COM – Bacapres PDIP, Ganjar Pranowo, menjadi pusat perhatian setelah tampil dalam tayangan adzan di salah satu stasiun televisi swasta.
Kemunculannya dalam tayangan adzan tersebut telah menjadi topik hangat yang dikaitkan dengan isu politik identitas.
Dalam tayangan azan magrib yang mengundang perdebatan ini, Ganjar awalnya muncul dengan latar belakang keindahan alam Indonesia.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Seseorang dengan Temperamen Plegmatis, Tipe Kepribadian Si Pendengar yang Baik
Dalam balutan baju koko putih, peci hitam, dan sarung batik, Ganjar menyambut jemaah yang akan melakukan shalat.
Ia dengan hangat menyapa dan mempersilakan jemaah untuk masuk ke dalam masjid. Selain itu, Ganjar tampak saat sedang berwudhu sebelum melaksanakan shalat dan duduk di shaf depan sebagai makmum.
Sementara itu, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah menyoroti penampilan Ganjar dalam tayangan adzan tersebut dan meminta klarifikasi dari stasiun televisi yang menayangkannya.
KPI telah mengirimkan surat kepada stasiun tersebut untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait masalah ini.
"Kami minta segera klarifikasi Lembaga Penyiaran yang menayangkan (video adzan Ganjar). Kami sudah mengirimkan surat tinggal nunggu respons dari pihak lembaga penyiaran," ujar Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, Aliyah, Sabtu (9/9/2023) dikutip dari Suara.com.
Baca Juga: 5 Hal yang Dapat Membuat Kamu Sukses di Umur 20 Tahun, Salah Satunya Traveling
Namun, KPI belum dapat memastikan apakah tayangan tersebut melanggar aturan tertentu, dan mereka sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.
Meskipun banyak yang mengaitkan penampilan Ganjar dalam tayangan adzan dengan politik identitas, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, membantah klaim tersebut.
Menurutnya, Ganjar adalah sosok yang religius, dan penampilannya dalam tayangan tersebut adalah ungkapan dari keimanan pribadinya.
"Bukan (politik identitas), karena dari sisi Pak Ganjar Pranowo merupakan sosok yang religius, religiusitasnya tidak dibuat-buat," ucap Hasto di Jakarta, Sabtu (9/9/2023).
Hasto menganggap ajakan Ganjar kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah sebagai hal yang positif. Ia berpendapat bahwa spiritualitas seseorang tidak seharusnya dihubungkan secara langsung dengan politik identitas.
"Jangan menampilkan identitas yang menunjukkan spiritualitas sebagai bangsa lalu dikatakan politik identitas," tegas Hasto.
Hasto juga menggarisbawahi bahwa religiusitas Ganjar adalah hal yang jelas dan tidak perlu diragukan. Hal ini terlihat dari ketaatannya dalam menjalankan ibadah dan perilaku santunnya.
Selain itu, Hasto menyebut bahwa religiusitas Ganjar juga tercermin dalam kehidupan keluarganya, termasuk istrinya, Siti Atiqah, yang berasal dari kalangan pesantren.
Menurut Hasto, Ganjar dan keluarganya merupakan contoh nyata dari individu yang taat beragama dan tulus dalam kehidupan beribadah, tanpa ada unsur rekayasa.
"Ganjar dan istrinya Siti Atiqah menampilkan kehidupan spiritualitas yang mencerminkan sebagai manusia yang bertakwa pada Tuhan, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Sosok Ganjar yang rajin beribadah, baik, santun, merakyat itu tidak dibuat-buat. Itu sesuatu original dari Pak Ganjar Pranowo," ucap Hasto.***

Share this article
PDIP buka suara soal sosok ganjar Pranowo yang muncul di video azan televisi swasta, bantah soal politik identitas