AYOJAKARTA.COM - Puluhan kiai pondok pesantren di Jawa Timur menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto.
Mereka menyebut Prabowo sebagai figur yang tulus mengabdi rakyat.
Dukungan yang kuat dari para kiai ini termanifestasi dalam acara "Jawa Timur Bermunajat Untuk H Prabowo Pemimpin Berdaulat dan Petugas Rakyat," yang juga dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat dari berbagai sudut Jatim.
Koordinator acara, KH Ma'ruf Mubarok atau yang akrab disapa Gus Mamak, menyatakan bahwa Prabowo adalah pemimpin yang sangat cocok untuk memimpin Indonesia ke depan.
Kepemimpinan Prabowo dianggap mampu mendorong kemajuan umat, bangsa, dan negara.
Gus Mamak juga menyoroti konsistensi Prabowo dalam melaksanakan kerja-kerja besar, terutama selama kepemimpinannya sebagai Menteri Pertahanan dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Prestasinya dalam menguatkan kedaulatan negara mendapat pengakuan, dan ini semakin memperkuat keyakinan para kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Jatim terhadap kepemimpinan solid yang telah ditunjukkan Prabowo.
Baca Juga: SBY dan Prabowo Duduk Bareng Satu Meja, Sinyal AHY Merapat ke Koalisi Indonesia Maju?
Banyak di antara mereka yang berharap agar Prabowo dapat meneruskan estafet kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo agar Indonesia tetap meraih kemajuan.
Sementara itu, KH Fathul Bari, pengasuh Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo Jawa Timur, juga mengungkapkan pandangannya bahwa Prabowo adalah sosok yang sesuai untuk memimpin masa depan Indonesia.
Ia memuji Prabowo karena komitmennya yang sangat kuat dalam mendorong kemajuan dan memelihara keutuhan bangsa.
Kiai Fathul menekankan bahwa Prabowo bukan hanya sebagai ketua partai, tetapi juga sebagai pemimpin yang sungguh-sungguh bertugas untuk kesejahteraan rakyat.
Keberhasilannya dalam memajukan kemaslahatan umat Islam di Tanah Air sangat diakui, dan inilah alasan mengapa Prabowo dipandang sebagai pilihan utama sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2024, terutama di kalangan kiai Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh wilayah Jawa Timur.
Prabowo Kebut Cari Capres
Diberitakan ayojakarta.com sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, mengakui bahwa partainya dan partai koalisi akan mengakselerasi proses penentuan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap percepatan jadwal pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan cawapres Pilpres 2024 yang diumumkan oleh KPU.
"Apabila pendaftaran capres-cawapres dipercepat, maka penentuan cawapres yang akan mendampingi Prabowo akan dilakukan lebih cepat," ungkap Habiburokhman dalam sebuah acara diskusi di Jakarta Pusat pada tanggal 7 September 2023.
KPU telah mengumumkan rencananya untuk mempercepat jadwal pendaftaran pasangan capres-cawapres dari awalnya 19 Oktober–25 November 2023 menjadi 10–16 Oktober 2023. Dengan perubahan ini, proses pendaftaran akan dimulai sekitar satu bulan lebih awal dari jadwal sebelumnya.
Habiburokhman menegaskan bahwa Partai Gerindra akan tunduk pada jadwal Pilpres 2024 yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilu. Dia juga menjelaskan bahwa proses penentuan cawapres pendamping Prabowo masih dalam tahap berlangsung dan menolak anggapan bahwa proses ini sedang berjalan lambat. Menurutnya, proses penentuan cawapres Prabowo berjalan dengan santai.
Baca Juga: Nama Ridwan Kamil Memiliki Peluang Besar untuk Jadi Cawapres, Ganjar atau Prabowo?
"Cawapres adalah sosok yang penting karena dapat memengaruhi hasil pemilihan. Kami akan menggunakan waktu yang ada hingga batas akhir pendaftaran untuk menemukan sosok yang tepat," ujar Habiburokhman.
Dia juga menegaskan bahwa lanjutnya proses penentuan cawapres pendamping Prabowo adalah hal yang biasa, merujuk pada kenyataan bahwa bahkan rekan mereka dari Partai PDIP, seperti Masinton Pasaribu, yang telah mencapai ambang batas pencalonan sebagai presiden, belum mengumumkan cawapresnya. Oleh karena itu, mereka tidak merasa terburu-buru selama masih berada dalam tenggat waktu sebelum pendaftaran resmi dibuka.
Perubahan jadwal pendaftaran capres-cawapres oleh KPU dipicu oleh perubahan dalam Pasal 267 UU Pemilu melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pemilu. Perubahan ini mengamanatkan bahwa pasangan capres-cawapres harus ditetapkan 15 hari sebelum kampanye dimulai, sehingga KPU menyesuaikan jadwal pendaftaran dan tahapan lainnya sesuai dengan perubahan tersebut. Jadwal kampanye Pemilu 2024 juga telah ditetapkan akan dimulai pada tanggal 28 November 2023.

Share this article
KH Ma'ruf Mubarok atau yang akrab disapa Gus Mamak, menyatakan bahwa Prabowo adalah pemimpin yang sangat cocok untuk memimpin Indonesia.