Ini Profil Prabowo Subianto yang Sudah Daftar Pilpres 3 Kali: Biodata, Karir, Pendidikan hingga Catatan Hitam

Ini Profil Prabowo Subianto yang Sudah Daftar Pilpres 3 Kali: Biodata, Karir, Pendidikan hingga Catatan Hitam (Instagram @prabowo)
Ini Profil Prabowo Subianto yang Sudah Daftar Pilpres 3 Kali: Biodata, Karir, Pendidikan hingga Catatan Hitam (Instagram @prabowo)

AYOJAKARTA.COM – Prabowo Subianto merupakan Katua Umum Gerindra dan juga kini mencalonkan diri menjadi calon presiden 2024.

Seperti dikethui bahwasanya Prabowo Subianto kini merupakan kali keempatnya mengajukan diri menjadi capres, di mana dulunya sempat pada tahun 2009, kemudian 2014 dan terakhir 2019.

Namun usaha dirinya menjadi presiden belum berhasil, dan kini merupakan kali keempat dirinya turut mengikuti capres pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Move On dari Anies Baswedan, Partai Demokrat Beralih Dukung Prabowo Subianto, Pakar: CLBK

Telah gagal maju menjadi presiden 3 kali, tentu tidak salah bila melihat biodata, karir, bahkan pendidikan, serta catatan hitam Prabowo Subianto saat ini.

Prabowo Subianto memiliki nama lengkap dengan gelar Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang lahir pada tanggal 17 Oktober 1951.

Prabowo Subianto memiliki ayah yang bernama Soemitro Djojohadikusumo yang mana berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Ayahnya merupakan seorang pakar ekonomi yang juga merupakan politisi dari Partai Sosialis Indonesia.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bertemu dengan Prabowo Subianto, Ternyata Ini Tujuannya

Dan pada bulan April 1952, ternyata ayah dari Prabowo Subianto baru selesai menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir.

Sedangkan ibu dari Prabowo Subianto bernama Dora Marie Sigar atau biasa dikenal dengan nama Dora Soemitro, Ibu Prabowo Subianto merupakan penganut agama Kristen Protestan yang berdarah Minahasa dan berasal dari keluarga Maengkom di Langowan, Sulawesi Utara.

Kalau ditarik sejarahnya lagi, ternyata keluarga dari Prabowo Subianto merupakan keturunan dari Raden Tumenggung Kertanegara yang merupakan panglima laskar Pangeran Diponegoro.

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Prabowo Subianto yang Pernah Jadi Capres 2 Kali Gagal, Capai 5 Triliun?

Kedua orang tuanya memberi nama Prabowo Subianto karena diambil dari nama pamannya yaitu Kapten Soebianto Djojohadikusumo yang mana juga merupakan seorang perwira Tentara Keamanan Rakyat yang gugur dalam Pertempuran Lengkong pada tahun 1964 lalu.

Dalam berkarir, Prabowo Subianto adalah seorang politisi, pengusaha, dan juga perwira tinggi militer Indonesia dan telah berkarir di dunia militer selama 28 tahun.

Prabowo Subianto berkarir menjadi seorang militer pada tahun 1976, di mana awal karir militer di TNI Angkatan Darat sebagai seorang Letnan Dua setelah lulus dari Akademi Militer di Magelang.

Prabowo Subianto bertugas sebagai pasukan khusus TNI AD di Komando Pasukan Sandi Yudha atau Kopassandha pada tahun 1976 hingga 1989, dan salah satu tugas pentingnya adalah menjadi bagian dari pasukan operasi Nanggala di Timor-Timur.

Baca Juga: Harta Kekayaan Prabowo Subianto Lebih Besar dari Gabungan Capres-Cawapres 2024 Lain? Seberapa Besar?

Di usianya 26 tahun, Prabowo Subianto pernah menjadi salah satu Komandan Pleton termuda dalam operasi, bahkan dirinya memiliki andil yang besar dalam memimpin sebuah misi penangkapan terhadap Nicolau dos Reis Lobato, pemimpin Fretilin yang pada saat Operasi Seroja menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri.

Selanjutnya di tahun 1991, Prabowo Subianto pernah menjabat sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 yang bermarkas di Cijantung, dan dua tahun kemudian dirinya kembali menjadi pasukan khusus yang saat ini bernama Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

Prabowo Subianto pernah ditugaskan sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI di Bandung, namun dirinya harus mengakhiri karir di dunia militer dan diberhentikan secara hormat. Dan Prabowo Subianto akhirnya berkecimpung di dunia politik dengan membentuk Partai Gerindra.

Selama hidup dan masa kecilnya, Prabowo Subianto banyak menghabiskan waktu di luar negri, bahkan setelah ayahnya memiliki keterlibatan dalam menentang pemerintah Presiden Soekarno di dalam Pemerintah Revolusioner RI di Sumatera Barat.

Baca Juga: Bakal Capres 2024: Prabowo Subianto dan Harta Karunnya, Capai 5 Triliun?

Prabowo Subianto pernah menyelesaikan pendidikan menengahnya di Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia. Dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke Zurich International School di Swiss, dan ke The American School di London, Inggris. Kemudian barulah Prabowo Subianto ke Indonesia dan masuk ke Akademi Militer di Magelang, Jawa Tengah.

Walaupun hidupnya terlihat baik-baik saja, namun sebenarnya Prabowo Subianto memiliki beberapa catatan hitam, yang mana dulu Prabowo Subianto pernah memerintahkan Kopassus untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis pada 1998 dan memicu adanya perpecahan di tubuh militer.

Pada tanggal 7 Mei 1998, terungkap catatan staf Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta terkait nasib pada aktivis yang tiba-tiba menghilang, dan dalam catatan tersebut tertulis bahwa para aktivis yang menghilang ternyata ditahan di fasilitas Kopassus di jalan lama yang menghubungkan Jakarta dan Bogor.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Catatan Hitam
# Capres
# karir
# Prabowo Subianto
# profil
# Biodata

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.