AYOJAKARTA.COM – Capres Ganjar Pranowo kembali mengingatkan kaum muda akan pentingnya pendidikan anti korupsi di era digital.
Sebab menurut Ganjar Pranowo dampak perubahan iklim akibat pemanasan global, telah mengubah sebagian besar cara hidup umat manusia di dunia.
Perubahan pola hidup yang terjadi di seluruh penjuru dunia, Ganjar Pranowo menambahkan turut mengubah resistensi negara.
Kebutuhan akan pasokan pangan menjadi salah satu kendala di hampir setiap negara yang diakibatkan perubahan dan pemanasan global.
Banyak negara di dunia yang berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya melalui berbagai macam pendekatan politik.
Baca Juga: Ditanya Tentang Isu Presiden Boneka, Ini Jawaban Ganjar Pranowo
Sementara di sisi lain, Bangsa Indonesia merupakan salah satu negara yang dikaruniai Tuhan dengan beragam sumber daya.
Untuk itu, Ganjar memandang perlunya bagi bangsa Indonesia untuk mengambil kesempatan yang terbuka lebar dengan peningkatan mutu pendidikan.
Dengan berbekal pendidikan yang baik dan aspek psikologis yang berimbang, Ganjar meyakini peluang Indonesia menjadi negara kuat dapat terwujud.
Hal tersebut disampaikan Ganjar ketika berbicara di hadapan peserta Mata Najwa on Stage di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pada kesempatan tersebut, Ganjar juga mendapat kesempatan untuk menyikapi anggapan penggunaan politik identitas terkait tayangan adzan Maghrib di salah satu stasiun tivi.
Ganjar menyebut bahwa tayangan adzan tersebut merupakan harapan Tim Kreatif dari stasiun tivi yang rutin menayangkan adzan.
“Identitas saya adalah seperti ini, dan saya melakukan hal biasa, kemudian banyak yang menilai,” jelas Ganjar.
Lebih lanjut, dalam keterangannya Ganjar juga menjelaskan bahwa ia juga ikut serta dalam sejumlah program lain di televisi dan bukan hanya adzan.
Meski demikian, Ganjar menegaskan bahwa keikutsertaannya di stasiun televisi sudah melalui pertimbangan, sehingga bebas dari muatan kampanye.
Di tengah wawancara yang intens mengenai beragam persoalan, Ganjar sempat dimintai klarifikasi terkait pernyataannya mengusir tenaga kerja asing.
Usai memberi keterangan mengenai daya saing pekerja Indonesia yang masih butuh peningkatan, Ganjar sempat menyoal pentingnya kembali ke kampus.
“Mbak, sepuluh lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong, masa jadi MC,” sindir Ganjar yang kemudian ditanggapi Najwa Shihab dengan tegas.
Baca Juga: Tak Juga Umumkan Cawapres, Ini Kata Kubu Prabowo Subianto
Najwa Shihab menilai pernyataan yang dilontarkan Ganjar tidak cukup esensial dengan materi pertanyaan.
“Siapa Mas MC, saya jurnalis bukan MC, dan jurnalis profesi yang membanggakan loh,” sanggah Najwa Shihab.
Seraya berusaha mempertegas pernyataan, Ganjar kembali menjelaskan bahwa maksud pernyataannya tidak lain agar orang pintar tidak meninggalkan kampus. Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 21 September 2023, dari kanal Youtube Najwa Shihab.

Share this article
Najwa Shihab menilai pernyataan yang dilontarkan Ganjar Pranowo tidak cukup esensial dan tidak relevan dengan materi pertanyaan.