AYOJAKARTA.COM – Jelang Pemilu 2024 tentu banyak sekali lembaga melakukan survei terkait calon yang akan maju pada Pilpres mendatang.
Dan salah satu bakal calon yang maju pada Pilpres 2024 ini adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Banyak lembaga survei yang menyebutkan bahwa suara Anies Baswedan pada Pilpres 2024 jauh dibawah dua calon lainnya, yaitu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Rincian Formasi CPNS Kementerian ESDM 2023 yang Sepi Pelamar Beserta Link PDF yang Bisa Didownload
Dan terkait hal ini, Anies Baswedan menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan hasil survei tersebut yang menyebutkan bahwa elektabilitasnya belum mampu menyaingi dua calon lainnya di wilayah Jawa Timur.
Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com, disebutkan bahwa yang terpenting bagi Anies Baswedan adalah silaturahmi dan menjelaskan misinya kepada masyarakat Indonesia.
Menurut Anies Baswedan, hasil survei merupakan gambaran dari kondisi sebelum konstelasi politik berlangsung, dan untuk Pemilu 2024 merupakan gambaran yang baru terjadi tanggal 14 Februari mendatang, sehingga hasil survei dapat berfluktuasi.
Hal ini terbukti dari terpilihnya dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, dimana saat itu ia mendapatkan hasil survei urutan ketiga.
Ini membuktikan bahwa hasil survei tidak selalu mencerminkan kenyataan, dan yang nyata itu tepat pada tanggal 14 Februari 2024 nantinya.
Saat ini Anies Baswedan tetap fokus pada upaya untuk mencapai dan bersosialisasi dengan masyarakat bersama bakal calon wakil presiden, Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin dan partai-partai di Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Selain itu dirinya bersama partai pengusungnya juga turut bersosialisasi untuk mengakomodasi aspirasi rakyat sekaligus merencanakan strategi kemenangan pada Pilpres 2024.
Sebagai informasi, hasil survei dari Indikator Politik Indonesia, menempatkan Anies Baswedan sebagai calon presiden di urutan ketiga dalam elektabilitas di Jawa Timur dengan angka persentase 14,4 persen.
Adapun urutan pertama adalah Ganjar Pranowo dengan berhasil berada di angkat 43,9 persen, kemudian disusul Prabowo Subianto dengan 33,8 persen.
Terakhir, ada sekitar 8 persen lagi yang belum memutuskan atau tidak memberikan respons.
Adapun hasil survei ini dilakukan dalam rentang waktu 14 hingga 20 September 2023 dengan sampel sebanyak 1.810 warga Indonesia di Jawa Timur, dan tingkat kesalahan adalah 2,4 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.***

Share this article
Berkaca dari hasil survei pilgub DKI Jakarta ia mendapatkan urutan ketiga namun menang, Anies Baswedan bersikap bodo amat