AYOJAKARTA.COM – Munculnya film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso kembali memunculkan kasus kopi sianida yang sebelumnya telah ditutup.
Dengan munculnya film dokumenter tersebut, membuat sejumlah kejanggalan yang sebelumnya tersembunyi kini dibahas lagi.
Berikut 5 kejanggalan kasus kopi sianida Jessica Wongso berdasarkan film dokumenter yang dirangkum ayojakarta.com dari suara.com, Kamis (19/10/2023):
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Viral Lagi Sandiwara Yosep Nangis Gemetar di Makam Korban
1. Kandungan Sianida dalam Tubuh Mirna Salihin
Kejanggalan pertama kasus kopi sianida tersebut adalah kandungan sianida dalam tubuh Mirna Salihin.
Dokter Djaja Surya Atmadja merupakan orang pertama kali yang memeriksa jenazah Mirna Salihin dan melihat bahwa wajah jenazah membiru.
Hal tersebut berbanding terbalik karena orang yang meninggal akibat sianida pasti warnanya merah.
Dokter Djaja Surya Atmadja juga mengaku tidak menemukan kadar sianida dalam lambung Mirna Salihin selama 70 menit memeriksa jenazah di awal kematian.
2. Jenazah Mirna Salihin Tak Kunjung Diautopsi
Kejanggalan lainnya itu terdapat fakta bahwa jenazah Mirna Salihin tak pernah diautopsi.
Hal tersebut pernah diungkapkan dokter forensik Rumah Sakti Sukanto Mabes Polri, dokter Slamet Purnomo.
Dalam persidangan, Slamet Purnomo mengungkapkan bahwa pihaknya tidak melakukan autopsi pada Mirna Salihin dengan alasan permintaan penyidik polisi dan keluarga korban.
Penyidik hanya meminta Slamet Purnomo untuk mengambil sampel dari sejumlah organ Mirna Salihin seperti empedu, hati dan urine.
Baca Juga: Jessica Wongso Ngaku Tak Bersalah, Pakar Hukum Pidana Ungkapkan Kejanggalan Ekspresi
3. Saksi Ahli Beng Beng Ong Mendadak Dideportasi
Saat persidangan berlangsung, Otto Hasibuan sempat menghadirkan seorang ahli patologi forensik dari Australia, Beng Beng Ong.
Beng Beng Ong menyebutkan bahwa kematian Mirna Salihin bukan karena racun sianida.
Namun kehadiran Beng Beng Ong di persidangan tidak berlangsung lama karena jaksa penuntut menemukan bahwa Beng Beng Ong mendapatkan masalah pelanggaran imigrasi.
Ia akhirnya dideportasi dan dilarang ke Indonesia selama enam bulan.
Baca Juga: Kasus Kopi Sianida Kembali Viral, Hotman Paris Ikut Komentari Kejanggalan dalam Kasus Jessica
4. Foto Jenazah Mirna Salihin Tiba-Tiba Berubah
Kejanggalan juga terjadi pada tubuh jenazah Mirna Salihin.
Seorang ahli menyatakan bahwa ciri-ciri orang meninggal karena racun sianida adalah jenazah berwarna merah ceri, sedangkan jenazah Mirna Salihin berwarna biru sehingga tidak sesuai dengan ciri-ciri terkena racun.
Ayah Mirna Salihin, Edi Darmawan yang saat itu marah langsung menunjukkan bukti baru bahwa jenazah putrinya berwarna merah ceri.
Bahkan saat itu pihak Jessica Wongso merasa aneh ketika melihat barang bukti dan keterangan yang muncul saat sidang.
5. Barang Bukti Sudah Dipegang Banyak Orang
Terakhir dalam berbagai pernyataan ahli dari pengacara maupun JPU terkait kasus kopi sianida bahwasannya barang bukti kopi bersianida tersebut belum dapat ditunjukkan di persidangan, apakah benar berisi sianida atau tidak.
Hal tersebut dikarenakan barang bukti bersianida tersebut sudah dipegang banyak orang.
Bahkan menurut keterangan Yohanes bartender Kafe Olivier, dirinya telah menuangkan sisa kopi Mirna Salihin dalam botol air mineral yang terbuat dari kaca.
Yohanes melakukan hal tersebut lantaran diminta manajer bar Kafe Olivier, Devi Siagian untuk memindahkan kopi tersebut.
Atas hal tersebut pengacara Jessica Wongso, Otto Hasibuan meragukan keaslian dari kopi dalam botol yang menjadi barang bukti.
Otto Hasibuan curiga kopi tersebut bukan berasal dari sisa kopi beracun yang diminum Mirna Salihin.***

Share this article
Berikut ini lima kejanggalan kasus kopi sianida Jessica Wongso atas kematian Mirna Salihin pada 2016.