AYOJAKARTA.COM - Siti Zuhro, seorang peneliti dalam bidang politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), telah menguraikan berbagai dampak yang terkait dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai batasan usia calon presiden dan wakil presiden. Menurut pandangannya, dampak ini paling terasa bagi pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Sebagai informasi, keputusan MK terbaru memungkinkan individu yang berusia di bawah 40 tahun untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden atau wakil presiden, asalkan mereka pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah.
"Dampak keputusan MK tersebut, Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendeklarasikan Gibran sebagai bacawapres Prabowo, tentu deklarasikan KIM tersebut akan berpengaruh terhadap paslon yang ada," ucap Zuhro.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Yakin Menang di Jateng Meski Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres Prabowo Subianto
"Bagi Ganjar-Mahfud ini akan menjadi tantangan karena suara dukungannya terbagi dengan Gibran yang notabene didukung penuh Jokowi," lanjutnya.
Sebaliknya, Zuhro menyatakan bahwa isu politik dinasti ini akan mengakibatkan pasangan Prabowo-Gibran kesulitan dalam mendapatkan dukungan penuh dari pendukung Jokowi karena mereka harus bersaing dengan pemilih yang mendukung Ganjar-Mahfud.
"Dalam hal ini, justru yang diuntungkan adalah paslon Anies-Imin," tutup zuhro.
Baca Juga: Disinggung Politik Dinasti usai Pilih Gibran Jadi Cawapres, Prabowo: Semua Dinasti, Bung!
Perlu dicatat bahwa beberapa lembaga survei telah merilis hasil penelitian pada bulan Oktober 2023. Dalam beberapa survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga sejak 1 Oktober hingga 23 Oktober 2023, Prabowo Subianto memang masih mendominasi dalam survei-survei tersebut. Namun, ada potensi bahwa Ganjar Pranowo dapat mengejar ketertinggalan dari Ketua Umum Gerindra tersebut.
Sebagai contoh, dalam survei yang dilakukan oleh IPSOS pada periode 17-19 Oktober 2023 dengan metode telesurvei, Ganjar Pranowo bersama cawapresnya, Mahfud MD, menduduki posisi tertinggi dalam elektabilitas, walaupun keunggulannya tipis, dengan selisih kurang dari satu persen.
Selanjutnya, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, Ganjar unggul dengan 4 persen lebih banyak dibandingkan Prabowo, dengan perolehan 37 persen dibandingkan dengan 33 persen, sementara Anies berada di peringkat ketiga dengan 21,5 persen.
Dalam survei yang dilakukan oleh LSI pada periode 16 hingga 18 Oktober 2023, Prabowo-Gibran mendapatkan 35,9 persen, sementara Ganjar-Mahfud memperoleh 26,1 persen, dan Anies-Muhaimin hanya mendapat 19,6 persen. Walaupun begitu, sebanyak 18,3 persen responden belum memutuskan pilihannya.

Share this article
Pecahnya suara politik Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud memberi keuntungan bagi pasangan Anies-Muhaimin dalam persaingan politik.