AYOJAKARTA.COM – Kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) tidak serta merta mendongkrak elektabilitas Prabowo Subianto.
Terkait hal tersebut pengamat politik Ahmad Fauzi atau lebih dikenal dengan nama Ray Rangkuti turut buka suara.
Menurut dia lonjakan suara pasangan capres cawapres Prabowo-Gibran dapat dengan cepat meningkat jika ada keterlibatan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat politik ini menilai bahwa survei elektabilitas terakhir setelah putra sulung Presiden Jokowi di deklarasi sebagai bakal cawapres Prabowo belum ada peningkatan bahkan menurun.
“Prabowo-Gibran sampai sekarang malah turun kan kalau survei terakhir itu sekitar 2 persen,” ujar Ray Rangkuti dikutip AyoJakarta.com dari kalan YouTube METROTV, Sabtu (28/10/2023).
“Artinya jangankan menuju ke angka 50 plus 1 gitu, ke angka 20 ke angka 40 persen pun keliatan Pak Prabowo belum beranjak, yang ada adalah cenderung turun,” lanjutnya.
Ray Rangkuti menilai bahwa dalam beberapa hari ini Gibran Rakabuming yang merupakan putra sulung dari Presiden Jokowi ini belum bisa mendongkrak suara Prabowo Subianto.
“Alih-alih mendongkrak, yang ada adalah sekarang kelihatan susut ya yang kita sebut tadi 2 persen gitu,” ujarnya.
Mengenai lonjakan elektabilitas dari pasangan Prabowo-Gibran apakah bisa dilakukan dengan cepat atau tidak.
Baca Juga: Tips Android: Cara Melacak dan Mengunci HP Xiaomi yang Hilang dengan Akun Mi
Pengamat politik ini menyampaikan bahwa hal tersebut tidaklah sulit untuk terjadi. Tentunya hal ini berhubungan dengan Presiden Joko Widodo.
Ray Rangkuti menilai bahwa efek Jokowi bisa memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 jika terlibat secara langsung.
“Apakah lonjakan ini bisa dilakukan lebih cepat atau tidak, saya kira nggak sulit itu terjadi. Kecuali tadi Pak Jokowi terlibat langsung di dalam proses pemenangan gitu,” ungkapnya.
Namun yang menjadi pertanyaan saat ini, apakah boleh presiden terlibat secara langsung dalam pemenangan salah satu paslon dalam Pilpres.
Terkait dengan hal tersebut pengamat politik menyatakan bahwa hal tersebut tidak ada yang melarang, namun tentu saja ada hukum dan aturan yang harus diperhatikan berkenaan dengan keterlibatan langsung presiden.
Baca Juga: Janji Pasangan AMIN Kurangi Ketimpangan Sosial di Indonesia, Ada 8 Kawasan, Apa Saja?
“Keterlibatan itu ada dua itu modelnya. Keterlibatan yang terlihat kasat mata dan keterlibatan yang tidak kasat mata,” kata Ray Rangkuti.
“Contoh misalnya, presiden menggandeng satu orang dari tiga paslon ini misalnya, ke mana-mana. Itu keuntungan electoral dengan sendiri terjadi kepada yang bersangkutan,” lanjutnya.
Menurutnya hal ini terjadi ketika Presiden Jokowi lebih sering menggandeng Prabowo Subianto dalam berbagai acara kenegaraan.
Hal ini mengakibatkan perhatian orang kepada Ketua Umum Gerindra ini meningkat, yang otomatis elektabilitas Prabowo Subianto meningkat dan Ganjar Pranowo menurun.
“Sehingga elektabilitasnya cukup cepat melengking sekitar sampai 7 persen saat yang bersamaan saat itu Ganjar turun sekitar 5 sampai 6 persen,” tandasnya.***

Share this article
pengamat politik ini sebut pasangan capres cawapres Prabowo-Gibran dapat dengan cepat meningkat jika ada keterlibatan langsung Jokowi