AYOJAKARTA.COM – Bergabung ke barisan kubu Prabowo Subianto, keanggotaan Gibran Rakabuming sebagai kader PDIP menjadi pertanyaan.
Hal tersebut terjadi lantaran masuknya Gibran Rakabuming ke KIM bukan atas dukungan PDIP, melainkan hasil usungan dari Partai Golkar.
Menyikapi fenomena politik tersebut, tidak mengherankan apabila kemudian publik menilai terjadi perseteruan antara PDIP dengan Jokowi.
Terlebih karena dalam sejumlah wawancara, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut adanya keinginan dari Pak Lurah yang ingin menjabat selama tiga periode.
Bukan hanya mengenai tiga periode, Hasto dalam wawancara juga sempat menggunakan diksi kejahatan lingkungan terkait program Food Estate.
Menanggapi anggapan yang berkembang di masyarakat, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin memberi pernyataan.
Baca Juga: Perpecahan antara Presiden Jokowi dan PDIP makin Memanas!
Menurutnya, agar tidak terjadi kericuhan atau menimbulkan fitnah sebaiknya Sekjen PDIP memberi penjelasan langsung ke publik.
Terkait dengan pernyataan Sekjen PDIP, Panel Barus selaku Bappilpres Projo menilai ada sejumlah muatan yang tersimpan dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan Hasto menurut Panel merupakan upaya-upaya untuk menjatuhkan kredibilitas dan nama baik Jokowi.
Baca Juga: Makan Siang Bersama Jokowi, Anies Sampaikan Netralitas Pemilu
“Ada serangan Pak Hasto kepada Pak Jokowi, dan ini upaya yang tidak baik, ini upaya mendiskreditkan Pak Jokowi tentunya,” jelas Panel.
Terkait dengan adanya kabar yang menyebut Jokowi ingin menambah masa jabatan menjadi tiga periode, Panel menyanggah.
Menurutnya, sejak tahun 2019 Jokowi sudah sering mengucapkan di sejumlah kesempatan bahwa kader PDIP tersebut tidak ingin melanggar konstitusi.
Baca Juga: Usai Makan Siang dengan Jokowi, Ini yang Disampaikan Prabowo, Anies, dan Ganjar
Selain mengkritisi food estate dan tiga periode, Sekjen PDIP juga sempat menyoal telah ditinggalkan dan menilai Jokowi sebagai sosok yang melupakan asal-usulnya.
“Saya pikir ini framing yang tidak baik, jahat dan semua ini tentu ada relasinya dengan kontestasi Pemilu 2024 yang sudah di depan mata,” imbuh Panel.
Dari sejumlah pernyataan Sekjen PDIP tersebut, Panel menilai ada pergeseran relasi antara Jokowi dengan PDIP.
Baca Juga: Dianggap Korban PHP Jokowi, Ini Tanggapan Ganjar Pranowo-Mahfud MD usai Gibran Jadi Cawapres Prabowo
Salah satu hal yang menambah pergeseran adalah ketika Prabowo Subianto menggandeng Gibran Rakabuming sebagai cawapres.
Meski demikian Panel menilai bahwa hubungan PDIP dengan Jokowi tidak dalam keadaan yang bersifat parasitisme.
“Saya menilai hubungan Pak Jokowi dengan PDIP itu hubungan yang saling menguntungkan, simbiosis mutualisme,” terang Panel.
Baca Juga: Jokowi Undang Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Makan Siang di Istana
Dan contoh konkret dari hubungan saling menguntungkan tersebut dapat terlihat dari kemenangan PDIP pada dua pemilu terakhir.
Dimana sebelumnya PDIP berada di urutan ketiga, berubah menjadi peringkat pertama setelah Jokowi didorong.
“Fakta bahwa 2014 PDIP menang pilpres dan pileg, dari juara tiga ke juara satu,” pungkas Panel seperti dikutip Ayojakarta pada Senin, 30 Oktober 2023 dari Kompas TV. ***

Share this article
Hubungan Jokowi dan PDIP disebut simbiosis mutualisme meski kontroversi tentang tiga periode dan Gibran mencuat.