AYOJAKARTA.COM – Pencopotan atribut berbau politik yang dilakukan oleh petugas Satpol PP di Gianyar, Bali memunculkan polemik.
Sebagai informasi, atribut politik yang dicopot oleh petugas Satpol PP Gianyar, Bali tersebut adalah milik PDIP yang mana berupa bendera serta baliho Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Sebelumnya, bendera PDIP serta baliho Ganjar-Mahfud MD tersebut bertebaran di sepanjang jalan lokasi kunker Jokowi di Gianyar.
Tepatnya, penurunan semua atribut tersebut dilakukan sekitar satu jam sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di tiga lokasi acara.
Baca Juga: Pasangan Capres-Cawapres 2024 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Diprediksi Bakal Unggul di Jawa Timur!
Penertiban atribut parpol yang dilakukan oleh satpol PP tersebut kemudian membuat pihak PDIP meradang.
Komarudin Watubun selaku Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP langsung meminta jajaran di bawah untuk melakukan investigasi soal pencopotan atribut parpol tersebut.
Pasalnya menurut Komarudin, Provinsi Bali sendiri merupakan kendang banteng atau PDIP, sehingga ia pun mengaku heran jika ada oknum yang berani melakukan tindakan pencopotan atribut parpol PDIP.
“Kita tahu Bali sarangnya Banteng, kandangnya Banteng,” terang Komarudin, dikutip dari Suara.com pada Rabu, 1 November 2023.
“Jadi kalau sampai ada yang berani melakukan tindakan begitu itu mereka harus segera melakukan investigasi ke bawah,” imbuhnya.
Sementara itu, cawapres yang diusung partai berlambang banteng tersebut yaitu Mahfud MD justru memberi tanggapan santai.
Berbeda dengan Komarudin yang meradang, Mahfud MD justru tidak terlalu serius merespon soal pencopotan baliho bergambar dirinya oleh satpol PP Gianyar.
Bahkan cawapres Ganjar Pranowo tersebut mengatakan jika tindakan yang dilakukan oleh satpol PP Gianyar tersebut tidak penting untuk direspon.
Baca Juga: 3 Program Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Bidang Perempuan dan Anak, Ada Kartini Maju, Apa Itu?
“Nggak penting!,” ujar Mahfud MD di Kemenko Polhukam.
Rupanya pencopotan atribut berbau politik PDIP tersebut diperintahkan langsung oleh Pj Gubernur Bali yaitu Sang Made mahendra Jaya.
“Yang pasti, kami diminta untuk mencabuti atribut partai politik di lokasi acara,” terang Ketua Satpol PP Bali Nyoman Rai Dharmadi.
“Tidak memandang itu bendera PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, tidak ada urusannya, tidak ada kaitannya,” lanjutnya.***

Share this article
Mahfud MD tidak terlalu serius merespon soal pencopotan baliho bergambar dirinya oleh satpol PP Gianyar.