AYOJAKARTA.COM--Saat berbicara di hadapan para relawan Ganjar Pranowo-Mahfud di Surabaya pada hari Sabtu (11/11/2023), Mahfud menekankan pentingnya menjauhi kecurangan, yang ia anggap tidak akan membawa keberkahan dan dapat mengarahkan Indonesia pada jalur yang salah.
Menurut Mahfud, keberhasilan yang dicapai melalui cara-cara curang tidak akan membawa kebaikan bagi negara. Ia menyerukan vox populi vox dei, yang artinya suara rakyat dalam pemilu adalah suara Tuhan, menandakan bahwa keinginan rakyat harus dihormati dan tidak boleh ditekan dengan cara yang tidak adil.
Mahfud juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memotivasi kader PPP Jawa Timur agar bekerja keras dengan terjun langsung ke masyarakat. Ia menekankan perlunya kampanye yang lebih dari sekadar pemasangan baliho dan spanduk, dengan menggarap segmen pemilih secara lebih rinci.
Mahfud yakin bahwa dengan upaya yang gigih, PPP akan mendapatkan lebih banyak suara dibandingkan dengan Pemilu 2019 dan menyarankan agar partai tersebut fokus pada basis pemilih religius.
Permasalahan mengenai kecurangan sudah dibahas oleh Mahfud MD, hal ini bisa dilihat pada tahun 2022 ketika diwawancara tahun lalu.
Mahfud MD menyebutkan bentuk-bentuk kecurangan yang bahkan bisa terjadi di pilpres dan juga pemilihan umum, namun apa saja bentuknya?
4 Bentuk Kecurangan
Mahfud MD menyatakan bahwa kecurangan dalam pemilu telah menjadi isu berkelanjutan dari masa ke masa. Beliau menunjukkan bahwa praktik kecurangan pemilu telah berlangsung sejak sebelum hingga setelah era reformasi, meskipun bentuk dan pelakunya berbeda.
Pada era pra-reformasi, kecurangan cenderung bersifat vertikal antara pemerintah dan Lembaga Penyelenggara Pemilu (LPU), dengan Partai Golkar sering menjadi pemenang yang telah ditentukan. Sementara di era pasca reformasi, kecurangan lebih banyak terjadi secara horizontal, yaitu antar partai peserta pemilu.
Mahfud juga menekankan bahwa bentuk kecurangan yang sering terjadi saat ini, berikut contoh-contohnya
1. Jual Beli Suara
Jual beli suara merupakan salah satu bentuk kecurangan yang paling umum. Praktik ini melibatkan pertukaran suara dengan uang atau manfaat lainnya.
Meski seringkali sulit dibuktikan, jual beli suara merusak prinsip dasar demokrasi yang menghargai setiap suara sebagai ekspresi kebebasan pribadi warga negara.
2. Politik Uang
Politik uang adalah bentuk lain dari korupsi elektoral, di mana kandidat atau partai politik menggunakan uang untuk memengaruhi keputusan pemilih.
Ini bisa melalui distribusi langsung uang atau barang, atau melalui janji manfaat dan proyek jika terpilih. Praktik ini mengikis kepercayaan publik terhadap integritas proses pemilihan.
3. Manipulasi Penghitungan Suara
Manipulasi penghitungan suara terjadi ketika suara yang diberikan tidak dicatat atau dihitung secara akurat.
Ini bisa melibatkan penghapusan suara lawan, menambahkan suara palsu, atau mengubah total suara yang tercatat.
Hal ini menantang prinsip transparansi dan keadilan yang seharusnya menjadi fondasi dari setiap pemilihan.
4. Pemalsuan Tanda Tangan
Pemalsuan tanda tangan berkaitan dengan pemalsuan dokumen resmi pemilu, seperti formulir pemungutan suara atau dokumen pengesahan hasil pemilu.
Kecurangan jenis ini dapat mengubah hasil pemilu dan seringkali dilakukan secara tersembunyi, membuatnya sulit terdeteksi.
Menghadapi berbagai bentuk kecurangan ini, pengawasan yang ketat dan transparansi dalam proses pemilu menjadi sangat penting. Lembaga pengawas pemilu, baik pemerintah maupun independen, harus dilengkapi dengan sumber daya dan wewenang untuk menangani dan mencegah praktik-praktik ini.
Mengatasi kecurangan dalam pemilu dan pilpres adalah kunci untuk memelihara kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.
Edukasi pemilih, peningkatan transparansi dalam proses pemilu, dan penegakan hukum yang kuat adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dan mengeliminasi bentuk-bentuk kecurangan ini.
Hanya dengan demikian, nilai-nilai demokrasi dapat dipertahankan dan diperkuat dalam masyarakat.
Maka dari itu Mahfud MD menekankan kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan kecurangan di pilpres yang akan mendatang, melalui bentuk kecurangan yang disebut.
Share this article
Calon Wakil Presiden Mahfud MD mengeluarkan peringatan terhadap potensi kecurangan di pemilihan presiden 2024.