Prof Quraish Shihab Sebut Masyarakat Harus Berpikir dan Teliti soal Seruan MUI Boikot Produk Pro-Israel

Prof Quraish Shihab yang turut mengikuti perkembangan konflik antara Israel dan Palestina menganjurkan hal yang paling mudah dilakukan rakyat Indonesia untuk membantu.
Prof Quraish Shihab yang turut mengikuti perkembangan konflik antara Israel dan Palestina menganjurkan hal yang paling mudah dilakukan rakyat Indonesia untuk membantu.

AYOJAKARTA.COM — Ikut menanggapi soal seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan boikot terhadap produk pro-Israel, Prof Quraish Shihab Sebut masyarakat harus bisa berpikir dan teliti.

Sebelumnya, Prof Quraish Shihab yang turut mengikuti perkembangan konflik antara Israel dan Palestina menganjurkan hal yang paling mudah dilakukan rakyat Indonesia untuk membantu.

Menurut Prof Quraish Shihab, bantuan yang paling mudah untuk dilakukan kepada masyarakat Palestina saat ini adalah doa.

"Apa yang bisa kita lakukan? Mau ke sana bawa senjata? Gak usah! Yang pertama, yang paling gampang, yang paling gampang kita doa," ujar Prof Quraish Shihab seperti dikutip dari laman resmi NU Online pada Jumat, 17 November 2023.

Baca Juga: Boikot Produk Israel, Apakah MUI Bisa Mencabut Label Halal?

Terkait dengan anjuran boikot yang saat ini tengah ramai diserukan masyarakat Indonesia apalagi setelah adanya Fatwa MUI, pendiri Pusat Studi AlQuran ini pun bercerita tentang seorang pengusaha yang mendatanginya beberapa waktu lalu.

Saat itu dikisahkan Prof Quraish Shihab, pengusaha ini rupanya mendatanginya karena sedang merasa bingung.

Lantaran usaha yang dimiliki saat ini ikut terkena imbas boikot padahal di dalam perusahaannya itu dia harus membayar pegawainya yang mayoritas adalah muslim.

Bahkan penurunan omset penjualannya sangat drastis hingga mencapai angka 60 persen.

Baca Juga: Ikuti Fatwa Haram MUI soal Aksi Boikot Produk Pro Israel, Ustad Das’ad Latif Beberkan Dampak Positifnya

Padahal sang pengusaha pun menyampaikan bahwa bahan yang dipakainya dalam usaha merupakan produk dalam negeri, bukan Israel.

"Pak Quraish, saya diboikot, 60 persen penjualan saya menurun. Saya itu beri gaji orang-orang Muslim. Bahan-bahan yang saya buat itu dari bahan-bahan yang ada dalam negeri, apa saya juga harus diboikot?" cerita Prof Quraish Shihab.

Prof Quraish Shihab pun menanggapi kisah sang pengusaha tersebut bahwa dalam melakukan boikot ini, masyarakat juga perlu berpikir.

Terutama soal fatwa MUI yang mengharamkan produk-produk pro-Israel atau yang terafiliasi dengan Israel.

Baca Juga: Ramai Boikot Produk Pro Israel, Ini Rekomendasi dan Alternatif Merek Pengganti, Cukup Mudah Ditemukan!

Menurut Prof Quraish, masyarakat tetap harus berpikir dan bisa membedakan mana yang harus diboikot dan mana yang tidak.

Lebih lanjut, Prof Quraish pun mengisahkan bahwa pengusaha tersebut memang memproduksi produk yang namanya sama dengan produk di Amerika yang melakukan dukungan bagi Israel.

Namun, dikatakan Prof Quraish, pengusaha tersebut memastikan bahwa dirinya tidak memberikan apa-pa untuk mereka (Israel).

Sang pengusaha pun lantas bertanya, apakah usahanya juga harus terkena imbas boikot.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Produk yang Kamu Pakai Ternyata Pro Israel, Klik Link Ini

Oleh sebab itu, Prof Quraish meminta kepada masyarakat untuk kembali bisa berpikir dan teliti soal apa-apa saja yang harus diboikot dan yang tidak.

“Nah, pada dasarnya kita harus memboikot yang jelas-jelas membantu Israel, yang tidak, kita harus berhitung dong; apakah dia lebih rugi atau kita lebih rugi?" ucapnya menambahkan.

"Yang penting, ada memang produk-produk yang di situ sudah jelas mendukung Israel,” lanjutnya.

Prof Quraish juga menegaskan kepada masyarakat bahwa melakukan boikot memang perlu, tetapi masyarakat harus bisa lebih teliti dan pandai memilih produk yang harus diboikot dan yang tidak.

“Tetapi boikot perlu, dan banyak yang perlu diboikot. Hanya saja kita perlu teliti, apakah (produk) ini tidak (perlu diboikot),” tegasnya.

Baca Juga: Daftar Merek Produk Kosmetik dan Skincare Pro Israel, Ada Garnier hingga Maybelline New York

MUI Bantah Rilis Produk-produk Pro Israel yang Harus Diboikot

Sebelumnya diketahui bahwa MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan Terhadap Perjuangan Palestina.

Fatwa ini berisi tentang imbauan untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme.

Namun seiring dikeluarkannya Fatwa MUI itu, banyak muncul daftar nama-nama produk yang disebut-sebut pro-Israel.

Masyarakat pun ramai-ramai melakukan boikot terhadap ratusan produk tersebut.

Menanggapi hal itu, MUI pun membantah bahwa pihaknya telah mengeluarkan edaran soal nama-nama produk yang pro-Israel dan harus diboikot.

Menurut Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, pihaknya tidak berkompeten merilis produk-produk yang diduga pro Israel.

Yang diharamkan dari fatwa tersebut adalah aktivitasnya yang mendukung, bukan produknya.

Jadi, MUI tidak berkompeten untuk merilis produk Israel, atau yang terafiliasi ke Israel. Kita (MUI) bukan haramkan produknya, tapi aktivitas dukungannya,” terang Huda.

Iapun menambahkan bahwa MUI juga tidak berhak melepas label halal yang selama ini sudah tertera di produk tersebut karena itu sudah melibatkan banyak pihak.

"Jadi, misalnya produk itu sudah bersertifikat halal, maka kita tidak berhak untuk mencabutnya," kata Huda.

"Karena, sistem sertifikasi halal itu sudah melibatkan banyak pihak. Jadi, kita tidak pernah merilis daftar produk itu," lanjutnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Prof Quraish Shihab
# boikot
# MUI
# Israel

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.