AYOJAKARTA.COM - Hendri Satrio, seorang analis komunikasi politik, menyatakan bahwa calon presiden Anies Baswedan memiliki potensi untuk meraih kemenangan dalam satu putaran saja.
Namun, kondisi tersebut dapat terwujud apabila calon presiden yang mendapat dukungan dari partai-partai dalam koalisi perubahan mampu mengumpulkan suara sebanyak 35 persen atau lebih.
Menurut Hensat, peluang Anies meraih lebih dari 35 persen suara sangat mungkin terjadi apabila ia berhasil mendapatkan dukungan suara dari umat Islam, mengingat Anies memiliki basis pendukung yang kuat di kalangan umat muslim.
Baca Juga: SKD Rampung, Persiapkan Diri untuk SKB CPNS 2023 di Kejaksaan Agung
"Kalau dia bisa melewati 35 persen, Anies Baswedan menang satu putaran. Apa (caranya) umat. Umat muslim di Indonesia itu kan terbanyak di dunia, terbesar di dunia, kalau ada hal-hal yang terkait demokrasi yang dicurangi dan lain-lain pasti larinya ke Anies Baswedan," ucap Hendri Satrio.
Hensat menjelaskan bahwa yang menjadi perhatian dari calon presiden Anies Baswedan oleh kandidat lain adalah suara dari kelompok mayoritas diam yang belum membuat keputusan.
Mereka yang tetap bersikap netral dan tidak menunjukkan preferensi cenderung untuk mendukung Anies.
“Memang Anies Baswedan itu kekuatan yang ditakuti oleh dua calon yang lain karena memang ada silence nya, silent majority. Itu yang belum memutuskan dan itu bisa saja memilih Anies Baswedan," ucapnya.
Selain ramalan tersebut, sang pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI juga menguraikan kemungkinan kekalahan Prabowo.
Ia memprediksi bahwa pasangan Prabowo dan Gibran akan kalah jika Pemilihan Presiden (Pilpres) nantinya berlangsung dalam dua putaran.
"Kalau saya memprediksi Prabowo, kalau tidak satu putaran dia pun gagal menembus putaran kedua. Karena Ganjarnya pasti tinggi. Jadi Anies dan Ganjar saya sebut paling berpotensi menembus putaran kedua kalau Ganjar sama PDI Perjuangan serius dan Prabowo bisa jadi menjadi yang kalah pertama," ucapnya.
Hensat menyebut bahwa Prabowo saat ini dihadapkan pada sentimen "Nepo Baby" karena memilih putra Presiden Jokowi sebagai calon wakil presiden.
Prabowo juga dinilai oleh sebagian pemilih muda sebagai seorang kakek gemuk yang suka berjoget.
"Hasil FGD-nya kedai kopi, anak muda memang sudah punya pilihan. Tapi dia suka nanya ke orang tuanya, konfirmasi (bertanya soal capres pilihan), pak bener nggak ini. Banyak yang menarik tapi kalau saya prediksi kalau Prabowo nggak bisa satu putaran, dia kalah," tutupnya.***

Share this article
Hendri Satrio, seorang analis komunikasi politik, menyatakan bahwa calon presiden Anies Baswedan memiliki potensi untuk meraih kemenangan