AYOJAKARTA.COM – Anies Baswedan belum lama ini bertemu dengan para anggota Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI.
Capres nomor urut 1 tersebut mendapatkan kesempatan untuk berdialog bersama PWI.
Adapun yang menjadi topik bahasan dalam dialog tersebut adalah peran media dan sikap atau arahnya terhadap publik.
Anies Baswedan turut menyampaikan pendapatnya bahwa media tidak harus netral karena mempunyai peran sebagai alat komunikasi.
Baca Juga: Prabowo Subianto: Jika Rakyat Tak Beri Mandat, Saya Akan Naik Gunung, Pensiun!
Menurutnya media sebagai alat komunikasi dua arah dengan publik, di mana ada kritik dan ada juga jawabannya.
Anies Baswedan juga mengatakan media perlu memperkuat sisi objektivitas dan independensinya.
“Mendapat kesempatan berdialog dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Dalam kesempatan tersebut disampaikan, bahwa media sebagai alat komunikasi 2 arah dengan publik, perlu terus memperkuat objektivitas dan independensi,” tulis Anies Baswedan dalam Instagram @aniesbaswedan yang dikutip AyoJakarta.com, Senin (4/12/2023).
Baca Juga: Soal Peran Indonesia di Lingkup Global, Anies Baswedan Ingin Diplomasi ‘Total Football’
Dengan adanya komunikasi dua arah tersebut, publik bisa menerima dan menilai dengan objektif.
“Nah yang dibutuhkan dari media, media bersedia untuk memberikan ruang pada dua-duanya. Sehingga publik mendapatkan kritiknya, mendapatkan jawabannya, kritiknya lagi, jawabannya lagi. Sehingga publik bisa menerima, menilai dengan objektif," lanjutnya.
Anies Baswedan juga mengungkapkan jika media menjadi ruang yang tertutup, tentu akan repot dan media tidak harus netral.
"Tapi kalau ruang itu tertutup, menurut saya akan repot dan dalam pandangan saya, media tidak harus netral tapi harus objektif. Masa mau netral pada penindasan? Nggak mungkin. Ada situasi marginalisasi nggak mungkin," tambahnya.
Baca Juga: Timnas Anies-Muhaimin Setuju Ubah Format Debat Pilpres: Bukan Menghilangkan Debat Cawapres
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan media tidak harus netral karena seharusnya objektif
Ia kemudian mencontohkan ketika ada tindakan seperti penindasan, tidak mungkin media harus bersikap netral.
Capres nomor urut 1 tersebut juga berpendapat bahwa netral merupakan sikap yang muncul dari asesmen objektif.
"Netral itu adalah sikap yang muncul dari assessment objektif atau tidak netral itu assessment objektif, jadi yang bersikapnya harus dijaga adalah objektivitasnya dan tentu independensi,” pungkasnya.
Demikian juga sikap tidak netral menurut Anies Baswedan merupakan sebuah asesmen objektif.
Sehingga menurut Anies Baswedan, media perlu menjaga objektivitasnya dan juga independensi.***

Share this article
Anies Baswedan mengungkapkan bahwa media tak harus netral saat berdialog dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).