AYOJAKARTA.COM -- Gempa bumi tektonik telah mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat dan sekitarnya hari ini Selasa 5 Desember 2023 pukul 16.14 WIB.
Hasil analisa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan magnitude (M) 3,5.
Gempa tersebut berlokasi di darat pada dengan kedalaman 5 kilometer pada jarak 18 kilometer Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Baca Juga: Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Ukuran Jari Kelingking, Kamu Tipe Penyayang atau Pendiam?
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala BMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto disebutkan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.23 ° LS dan 107.73° BT.
Ia menyebut bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya adanya aktivitas sesar lokal setempat.
Hal ini diketahui setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar lokal setempat,” ujar Hartanto melalui keterangan resminya yang dikutip Ayojakarta.com pada Selasa (5/12/2023).
Dampak gempa bumi di daerah Garut, Jawa Barat dilihat berdasarkan gambaran peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat.
Guncangan gempa kali ini cukup kuat hingga bisa dirasakan di daerah Garut hingga ke Majalaya, Kertasari, Ciwidey, Balegede, Rancabali, hingga Pandeglang.
Adapun guncangan gempa dengan skala intensitas III MMI dirasakan di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kemudian guncangan gempa dengan skala intensitas II-III MMI dirasakan di Majalaya, Kertasari. Ciwidey, Balegede, dan Rancabali.
Gempa kali ini juga dirasakan di wilayah Pandeglang dengan skala intensitas II MMI.
Skala intensitas II artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Baca Juga: 4 Bulan Jessica Wongso di Sel Tikus, Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Sebut Itu Pelanggaran HAM
Skala intensitas III artinya getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu.
Berdasarkan hasil monitoring, BMKG menyebut bahwa gempa bumi kali ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 16.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (aftershock).***

Share this article
Hasil analisa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan magnitude (M) 3,5.