AYOJAKARTA.COM -- Berkat Netflix menayangkan film dokumenter kasus kopi sianida, Jessica Wongso pun menuai banyak respon dari warganet termasuk oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyebut kasus Jessica Wongso yang rencananya akan diajukan PK ini bagaikan ingin mengubah bubur menjadi nasi.
Menurut Ketua IPW, hal itu karena sudah cukup sulit untuk mengubahnya mengingat kasus Jessica Wongso sudah berkekuatan hukum tetap
Baca Juga: Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Kaki, Coba Perhatikan Jempolnya
Meski begitu menurutnya bisa saja masih ada kemungkinan untuk mengubahnya.
Sejak munculnya film Ice Cold, banyak publik yang memberikan simpati kepada Jessica karena dinilai mendapat perlakuan yang tidak adil.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Pablo Benua, Ketua IPW justru menilai film Ice Cold dibuat untuk kepentingan bisnis dan politik.
“Ice Cold itu dibuat sebagai produk film seni pertunjukan untuk kepentingan bisnis,” kata Sugeng Teguh Santoso.
Di mana, film tersebut dibuat semenarik mungkin sehingga menimbulkan opini publik yang didalamnya terdapat pesan Jessica mendapat ketidak adilan.
“ketika pesan ketidak adilan Jessica digulirkan itu yang dituju oleh tujuan film ini itu yang saya bilang kepentingan politik,” kata Ketua IPW.
Ketika opini tersebut telah digulirkan kemudian terbentuklah ribuan advokat yang disebut memiliki banyak kepentingan.
Sugeng juga menyinggung soal Otto Hasibuan yang kini masuk menjadi Ketua tim pasangan urut nomor 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Setelah digulirkan maka terbentuklah tim advokat yang jumlahnya ribuan, kemudian muncul juga tokohnya Otto Hasibuan yang berkali-kali peliputan ini kan banyak kepentingan-kepentingan muncul makanya saya bilang kepentingan politik,” kata Sugeng Teguh Santoso.
“apalagi Otto sekarang masuk pada Ketua tim Prabowo-Gibran,” lanjutnya.***

Share this article
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyebut kasus Jessica Wongso yang rencananya akan diajukan PK ini bagaikan ingin mengubah bubur menjadi nasi