AYOJAKARTA.COM – Kasus kopi sianida belakangan ini kembali viral meski sudah 7 tahun telah berlalu.
Salah seorang kuasa hukum dalam sidang kasus kopi sianida, Otto Hasibuan menceritakan pengalamannya saat pertama kali membela Jessica Wongso.
Menurutnya pada saat itu ia sudah akan berangkat ke Alaska untuk berlibur bersama keluarga dan tiket sudah dibeli semua.
“Tapi dia (Jessica Wongso) datang nangis-nangis dia datang dibawa seorang pengacara yang juga teman,” kata Otto Hasibuan dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Story_sandria, Selasa (12/12/2023).
“Dia bilang ‘Bang kami sudah keteteran dengan kasus ini kami dibantai terus, coba abang lihat kasusnya,” imbuhnya.
Pada saat itu mertua Jesica Mila membaca dokumen kasus kopi sianida dengan cepat dan menemukan sebuah hal yang menarik.
Hal ini berkaitan dengan laporan forensik yang mana menunjukkan tidak ada bukti bahwa korban yakni Wayan Mirna Salihin keracunan sianida.
“Laporan forensik di sana kita bisa lihat bahwa ada bukti mengatakan pemeriksaan mayatnya itu negatif, sianida di lambung tidak juga,” ujar Otto Hasibuan.
“Baru kita lihat kapan dia dituduh mati, kapan dia jatuh lalu tergeletak gitu, kemudian kapan dia dibawa ke rumah sakit. Lalu saya lihat keterangan dokternya, jam matinya kapan,” sambungnya.
Baca Juga: Hinca Panjaitan Akan Bertanya ke Kapolri Soal Kasus Jessica Wongso, Berbekal Kekuatan Suara Netizen
Pengacara kondang ini mengatakan bahwa Jessica Wongso dituduh melakukan pembunuhan sekitar pukul 4 lebih sekian dan jam kematian Mirna Salihin 18.30 yakni hampir 2 jam.
“Saya teliti berkasnya ternyata 70 menit setelah dia meninggal diperiksa sampel lambungnya adalah negatif. Kalau negatif selesai dong sudah pasti ini bukan karena ada sianida,” imbuhnya.
Sebelum memutuskan untuk membela Jessica Wongso, Otto Hasibuan mengaku melihat dokumen otopsi terlebih dahulu.
Namun ternyata yang didapati bukan menerangkan tentang otopsi melainkan pengambilan sampel.
Pada saat itu Otto Hasibuan menyebut sudah tidak ada kasus karena tidak ada sampel, namun untuk memastikannya ia menemukan seorang ahli di Singapura untuk berkonsultasi.
“Untuk memastikan diri saya walaupun saya tahu secara teoritis tidak mungkin bisa, saya pergi ke Singapura ketemu ahli-ahli dokter di Singapura,” terangnya.
“Saya tanya pada mereka ‘Tolong bantu saya’ terus mereka munta juga ‘Mana otopsinya’ saya bilang nggak ada otopsi,” sambungnya.
“Dia bilang ‘Apa yang mau dibicarakan kita minum kopi aja kenapa, loh kalau tidak ada otopsi ya no case di negara kami, seperti itu mestinya negara Anda juga begitu karena itu prinsip dasar di dunia,” imbuhnya.
Menurut Otto Hasibuan sejak saat itu ia merasa harus membela Jessica Wongso, Namun ada beberapa hal yang harus diluruskan kepada keluarga tersebut.
Baca Juga: Eks Kabareskrim Polri Susno Duadji Siap Bela Jessica Wongso: Dihukum karena Rekayasa Itu Sakit
Yakni soal kebenaran jika di tengah jalan menemukan bahwa Jessica Wongso bersalah maka dirinya akan mundur sebagai pengacara yang membela kasus tersebut.
“Saya katakan kepada Jessica dan ibunya, saya katakan saya nggak mau dibayar. Seandainya di tengah jalan saya tahu bahwa ada kesalahan daripada Jessica saya akan mundur,” ungkapnya.***

Share this article
Kasus Jessica Wongso kembali diperbincangkan. Pengacara Otto Hasibuan mengungkap konsultasi dengan ahli di Singapura dan keraguan otopsi.