AYOJAKARTA.COM — Polresta Banda Aceh mengungkap motif sebenarnya dari 135 etnis Rohingya yang mendarat di Aceh.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Fahmi Irwan Ramli mengungkapkan bahwa dari sejumlah saksi yang diperiksa, rata-rata mereka datang ke Aceh untuk mencari pekerjaan.
"Mereka ini berangkat dari Cox's Bazar bukan untuk mengungsi atau menyelamatkan diri. Dari pemeriksaan saksi mereka datang dalam rangka memperbaiki hidupnya untuk mencari pekerjaan," kata Fahmi, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu, 20 Desember 2023.
Kombes Fahmi pun mengungkapkan bahwa etnis Rohingya rela membayar Rp14-16 juta agar bisa mendarat di Indonesia.
"Kita periksa sebelas saksi dan mereka mengaku menyerahkan uang kepada MA sebesar 100.000 hingga 120.000 taka atau sebesar Rp 14 juta hingga Rp 16 juta dan sebagian lagi menyerahkan uang kepada MA melalui orangtua dan saudara," ungkap Fahmi.
Baca Juga: Pengungsi Rohingya Klarifikasi Soal Buang Makanan, Sebut Cuma Salah Paham
Uang tersebut disetorkan kepada Muhammadi Amin yang merupakan tersangka kasus penyelundupan etnis Rohingya ke Indonesia yang kini sudah ditangkap.
Di mana, Muhammad Amin merupakan koordinator sekaligus kapten kapal yang digunakan untuk mendaratkan orang-orang Rohingya ke Indonesia.
"Seorang saksi berinisial MSA, yang kami periksa, mengaku membayar 100.000 Taka, atau Rp14 juta, untuk pergi ke Indonesia, dan dijanjikan mendapat pekerjaan," ujar Fahmi.
Atas dasar kesaksian dari etnis Rohingya yang diperiksa tersebut, Polresta Banda Aceh menyimpulkan bahwa orang-orang Rohingya mendarat bukan karena keadaan darurat.
"Dapat kami simpulkan mereka bukan dalam keadaan darurat dari negara asal menuju Indonesia, mereka punya tujuan untuk mencari pekerjaan di negara tujuan," ungkap Fahmi.
Kombes Fahmi kemudian menjelaskan latar belakang Muhammad Amin sang penyelundup 135 orang-orang Rohingya ke Indonesia.
Menurutnya, Muhammad Amin sudah datang ke Aceh sebanyak 2 kali dalam 2 tahun terakhir.
"Tersangka ini tahun 2022 pernah tinggal di pengungsian di Muara Batu, Aceh Utara selama tiga atau empat bulan," kata Fahmi.
Baca Juga: 3 Hal yang Dikhawatirkan Bila Pengungsi Rohingya Masuk ke Indonesia, Yakin Tetap Mau Dibiarkan?
Kombes Fahmi kemudian menjelaskan rute perjalan Muhammad Amin sebelum akhirnya menyelundupkan orang-orang Rohingya ke Indonesia.
Dari kamp penampungan Muara Batu, Amin kabur ke Dumai, Riau. Dia menyeberang ke Malaysia untuk mencari kerja. Selama 7 bulan Amin tinggal di Malaysia, setelah itu pergi ke penampungan Rohingya di Bangladesh.
"Kemudian dia menghimpun orang-orang ini, termasuk anak-anak dan istrinya yang dibawa kemarin terdampar, 137 orang," ujar Fahmi.
Muhammad Amin diketahui mendapatkan keuntungan sebagai agen penyelundup. Ia juga dapat bolak-balik ke Aceh secara gratis.***

Share this article
Polisi mengungkapkan bahwa dari sejumlah saksi yang diperiksa, rata-rata pengungsi Rohingya datang ke Aceh untuk mencari pekerjaan.