AYOJAKARTA.COM – Mendekati pelaksanaan pilpres 2024, indikasi adanya ketidak-netralan pemerintah semakin dirasakan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Selain terkesan lebih memihak ke salah satu pasangan, tidak netralnya pemerintah juga terlihat dari kendala yang dialami Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar terkait izin kegiatan.
Sebagaimana diketahui publik, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar telah berulang kali mengalami pembatalan izin kegiatan kampanye secara sepihak.
Sepanjang masa transisi pemerintahan, Timnas AMIN mencatat telah terjadi pencabutan izin sepihak yang dilakukan.
Baca Juga: Viewers TikTok Anies Baswedan Tembus 300 Ribu, Pakar Politik Berikan 3 Catatan Ini
Selain di Taman Ratu Sultanah, Aceh, Stadion Candrabhaga Bekasi, Riau, Tasikmalaya dan Bandung, pencabutan izin juga terjadi di NTB.
Atas peristiwa-peristiwa tersebut, tidak mengherankan apabila sebagian kalangan menilai upaya sistematis bernuansa kecurangan telah dilakukan.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion atau IPO Dedi Kurnia Syah, pencabutan izin terjadi di sejumlah wilayah yang merupakan basis suara AMIN.
Adanya pencabutan izin di lokasi yang menjadi basis suara tersebut, menurut Dedi bisa saja dikarenakan adanya instruksi sistematis.
Baca Juga: Awal Tahun Baru 2024: Ucapan Optimis dari Cak Imin dan Pesan Bijak Anies Baswedan
“Jika semacam itu maka pengayoman atau netralitas pemerintah, penegak hukum, perlu dipertanyakan ulang,” ungkap Dedi, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Selasa, 2 Januari 2024.
Anggapan adanya keberpihakan tersebut, juga secara khusus dinyatakan oleh Ketua Dewan Penasehat Hukum AMIN, Hamdan Zoelva.
Menurut Hamdan, pencabutan izin secara sepihak sehingga merugikan pasangan AMIN merupakan tindakan yang tidak fair.
“Oleh karena itu kami meminta kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk bertindak fair kepada semua pasangan calon,” ujar Hamdan.
Baca Juga: Anies Baswedan Pilih Pendekatan Dialog daripada Baliho untuk Menyuarakan Pemilu Berkualitas
Lebih lanjut, Hamdan menegaskan agar pemerintah bisa memastikan netralitas dengan tidak melakukan pencabutan atau mempersulit setiap pasangan ketika berkampanye.
Kendati mendapat kendala perizinan secara sepihak, capres Anies Baswedan justru membuat sebuah terobosan baru.
Untuk sebatas bertatap muka dengan kaum muda, Anies belum lama ini menggunakan platform media sosial TikTok sebagai sarana berinteraksi.
Diluar dugaan dan prediksi, acara live yang dilakukan Anies di TikTok justru mendapat apresiasi dan penghargaan tinggi dari warganet.
Saat pertama kali Anies melakukan live, sebanyak 300 ribu lebih pengguna TikTok ikut hadir dan berinteraksi.
Baca Juga: Sambut Pergantian Tahun, Ini Resolusi dan Harapan Anies-Muhaimin di 2024
Pada live keduanya, 400 ribu lebih pengguna TikTok dengan antusias menghujani Anies dengan pertanyaan sederhana namun penuh ikatan kemesraan.
Terkait dengan penggunaan aplikasi TikTok, Anies memastikan muatan percakapan bisa menyangkut hal apapun.
“Ya namanya juga live TikTok, bebas saja, santai saja ada diskusi,” jelas Anies yang belum lama ini dihadiahi oleh pengguna platform X melalui akun @aniesbubble. ***

Share this article
Acara live yang dilakukan Anies Baswedan di TikTok mendapat apresiasi dan penghargaan tinggi dari warganet.