AYOJAKARTA.COM – Saat berkampanye d Pekabaru, Riau, capres Prabowo Subianto menyinggung ulang pernyataan Anies Baswedan ketika debat capres diselenggarakan.
Menurut capres Prabowo Subianto, tidak sepantasnya Anies Baswedan menyinggung kepemilikan tanahnya.
Atas pernyataan tersebut, di hadapan para pendukungnya Prabowo Subianto kemudian mempertanyakan intelektualitas Anies Baswedan.
“Dia pintar atau gobl*k sih? Ngerti nggak, ada Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, iya kan,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Bela Anies Baswedan? Jusuf Kalla Sebut Tidak Ada Rahasia dalam Pertahanan Jika Hanya Alutsista
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan perihal status kepemilikan tanahnya yang mencapai ratusan ribu hektar dan sudah dikembalikan ke negara.
Karena pernyataan perihal tanah dalam acara debat dinilai merupakan bentuk hasutan dan bersifat personal, Anies Baswedan kemudian dilaporkan ke Bawaslu.
Menyikapi adanya laporan ke Bawaslu, Anies Baswedan menyebut hal tersebut merupakan hak setiap warga negara.
“Sebagai warga negara tentu berhak melaporkan, tapi Bawaslu juga berhak untuk menentukan,” jelas Anies.
Anies menambahkan, permasalahan yang timbul atau meruncing di dalam perdebatan sudah sepantasnya diselesaikan di forum debat.
“Itu semua dibahas di debat, seharusnya hal yang dibahas di debat, direspon juga di perdebatan,” imbuhnya.
Untuk itu, sebagai warga negara Anies menyerahkan sepenuhnya laporan tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu untuk memutuskan.
Terkait dengan status HGU yang disampaikan Prabowo Subianto, Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala BPN Hadi Tjahjanto memberi penjelasan.
Menurut Hadi, berdasar keputusan menteri, HGU merupakan dokumen yang sah serta memiliki jangka waktu.
Baca Juga: Anies Baswedan Merasa Terhormat Dapat Dukungan dari Jusuf Kalla: Ini Sebuah Kepercayaan
Kendati demikian, Hadi tidak menjelaskan secara rinci perihal status kepemilikan HGU yang dimiliki oleh capres nomor urut dua.
Sehubungan dengan pernyataan bernada umpatan yang disampaikan Prabowo di Pekanbaru, capres nomor urut satu memberikan tanggapan.
Ditemui awak media di sela-sela kunjungannya ke Yogyakarta, Anies menyampaikan rasa terima kasih dalam bahasa Jawa.
“Ya matur nuwun, Pak Prabowo, itu saja,” balas Anies, singkat.
Menyikapi polemik yang berkembang antara capres nomor urut satu dengan nomor urut dua, Wapres ke-12 Yusuf Kalla memberi tanggapan.
Kepada awak media, Jusuf Kalla (JK) yang merupakan mantan Ketum Partai Golkar ini menyarankan agar rakyat Indonesia memilih pemimpin yang tidak emosional.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Jusuf Kalla saat mendampingi cawapres Muhaimin Iskandar di Surabaya.
Menurut JK, sikap tenang dan tidak emosional sangat dibutuhkan dalam menghadapi setiap permasalahan kebangsaan.
“Pemimpin harus tenang, punya pikiran gagasan, jangan emosional, karena persoalan bangsa ini banyak,” jelas JK.***

Share this article
Menurut capres Prabowo Subianto, tidak sepantasnya Anies Baswedan menyinggung kepemilikan tanahnya saat debat.