AYOJAKARTA.COM -- Calon Presiden (Capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mengajak warga untuk berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo terkait program bantuan sosial (bansos).
Ganjar Pranowo selaku mantan Gubernur Jawa Tengah ini menanggapi pernyataan tersebut dengan menyoroti politisasi bansos dalam Pemilu.
Ganjar Pranowo mengatakan, penggunaan bansos sebagai instrumen politik sering kali mendapatkan sorotan terbaik di dalam Pemilu.
"Bansos selalu mendapatkan ruang terbaik, namun politisasi yang terlalu berlebihan dapat menimbulkan masalah," ungkap Ganjar mengutip dari Youtube Kompas TV pada Rabu (16/1/2024).
Dalam konteks ini, Poliitisi PDI Perjuangan ini menegaskan perlunya klarifikasi terkait kebijakan bansos.
"Ketika bansos dijadikan rebutan, penjelasan dan pencerahan harus dilakukan agar publik memahami bahwa ini adalah kebijakan nasional, bukan sekadar klaim individu," tegasnya.
Ia memberikan contoh konkret terkait politisasi, mengingatkan pada baliho salah satu paslon yang menyerangnya terkait isu pupuk langka.
Baca Juga: Fahri Hamzah Nilai Koalisi Anies-Ganjar Berakar dari Kekecewaan
"Saya lihat ada satu baliho pasangan capres, kartu Tani hapus sebenarnya itu serangan buat saya. Pada debat pertama, Pak Prabowo pernah bertanya kepada saya soal pupuk langka di Jawa Tengah, kan keliru karena pupuknya langkah di mana-mana," jelasnya.
Dengan demikian, ia menjelaskan bahwa politik harus didasarkan pada fakta, bukan klaim tanpa dasar. Selain itu, menurut dia, edukasi publik perlu diperkuat untuk memastikan pemahaman yang benar.
Dalam upaya mencerdaskan publik, ia menerangkan bahwa klaim politik bukanlah refleksi dari individu, melainkan bagian dari dinamika nasional.
"Mudah-mudahan publik akan paham. klaim dalam politik itu biasa tapi itu keliru,' ujarnya.
Meski demikian, ia optimis bahwa publik memiliki tingkat kecerdasan yang cukup untuk memahami perbedaan antara klaim politik dan realitas kebijakan.
"Saya yakin publik cerdas, dan dengan penjelasan yang tepat, kita dapat membangun pemahaman yang benar," tutupnya.

Share this article
Ganjar Pranowo mengatakan, penggunaan bansos sebagai instrumen politik sering kali mendapatkan sorotan terbaik di dalam Pemilu.