AYOJAKARTA.COM - Okky Madasari, penulis dan sosiolog mengkritik penampilan Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 2 dalam debat cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu, 21 Januari 2024.
Dalam pernyataannya di YouTube Abraham Samad Speak Up, Okky mengatakan bahwa Gibran tak memiliki kemampuan, kualitas dan sikap yang layak untuk menjadi calon wakil presiden.
"Kemampuannya, kualitasnya, bagaimana dia mengelola dirinya, mengelola sikapnya itu tidak layak untuk menjadi calon wakil presiden," kata Okky.
Okky juga tak setuju dengan anggapan bahwa Gibran adalah sosok kritis.
Baca Juga: Soal Gimmick Gibran, Okky Madasari: Kalau Bukan Anak Presiden, Tidak Berani Dia Melakukan Itu
Ia menilai bahwa sikap Gibran yang merendahkan lawan debatnya tak memiliki hubungan dengan kebijakan dan kepentingan publik.
"Soal gestur merendahkan lawan debat, bagaimana gestur dia, tidak ada hubungannya dengan kebijakan dan kepentingan publik. Itu semata hanya ditujukan untuk menyerang lawan debatnya," kata Okky.
Okky menambahkan bahwa sikap Gibran tersebut menunjukkan bahwa ia tak pernah terbiasa dengan debat yang berorientasi pada gagasan dan kepentingan publik.
"Gibran masih menganggap debat ini level cerdas cermat tebak-tebakan. Saya pikir problem Gibran sebenarnya juga dia belum bisa memahami hakikat seorang pejabat publik, apalagi presiden dan cawapres," tegas Okky.
Baca Juga: Kritik Pedas Komika Pandji Pragiwaksono untuk Kubu 01, 02, dan 03, Blak-blakan Golput?
Menurut Okky, Gibran mendegradasi debat yang seharusnya menjadi forum tertinggi adu gagasan.
"Dia menarik level debat itu menjadi lebih rendah dan gagal untuk memberikan yang terbaik untuk publik," lanjut Okky.
Ia juga khawatir bahwa keberadaan Gibran di panggung debat cawapres akan menjadi preseden buruk bagi proses demokrasi di Indonesia.
"Keberadaan Gibran ini akan menjadi sebuah preseden buruk bagi proses demokrasi kita," kata Okky.
Okky mengaku sebenarnya mendukung kepemimpinan anak muda, namun hanya jika anak muda tersebut memiliki kualitas intelektualitas dan integritas yang mumpuni.
"Saya orang yang sangat mendukung kepemimpinan anak muda. Saya mendukung anak muda tampil, tapi ketika ada seorang anak muda yang memang kapabilitasnya kemampuannya dipaksakan apalagi dengan repot-repot mengubah aturan demi memberi karpet merah pada dia jelas keberadaan Gibran ini akan menjadi sebuah preseden buruk bagi proses demokrasi kita," kata Okky.
Soal usia pemimpin, Okky tak mempermasalahkan.
"Sebenarnya kita tidak sedang mempersoalkan muda atau tidak muda seorang calon pemimpin tapi kita lebih mempersoalkan calon pemimpin itu harus punya kualitas intelektualitas dan integritas, itu yang penting," kata Okky.***

Share this article
Gimmick Gibran Rakabuming Raka disebut Sosiolog Okky Madasari menarik debat cawapres ke level terendah.