AYOJAKARTA.COM - Nyamuk Wolbachia saat ini sedang menjadi perbincangan banyak orang.
Dimana bakteri Wolbachia disebut sebut dapat melumpuhkan virus dengue pada penyakit demam berdarah.
Bakteri Wolbachia ini mendapat sorotan dari dokter Tifa, menurutnya Wolbachia ini adalah proyek penelitian bukan implementasi.
Ia mengatakan bahwa Wolbachia adalah sebuah proyek penelitian skala besar yang telah berlangsung selama 15 tahun dan melibatkan 13 negara, termasuk Indonesia.
Dalam proyek ini, nyamuk Wolbachia telah disebar di berbagai daerah, terutama di beberapa kecamatan di Jogja.
"Ini adalah proyek penelitian skala besar atau studi epidemiologis yang melibatkan 13 negara dan sudah dilakukan selama 15 tahun termasuk Indonesia," kata dr. Tifa dikutip ayojakarta dari YouTube dr. Richard Lee, MARS pada Kamis (25/1/2024).
Meskipun proyek ini berjalan selama lebih dari satu dekade, pihak peneliti menyatakan bahwa informasi terkait penelitian ini baru menjadi sorotan setelah adanya penolakan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Bali.
Penolakan ini memicu perhatian masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat di Bali, meskipun sejumlah kota lain di Indonesia, seperti Bontang, Semarang, dan Bandung, telah melaksanakan proyek serupa.
"Masyarakat dan tokoh tokoh di Bali itu menolak baru heboh, padahal se Indonesia ada beberapa kota setelah Jogja sudah disebar nyamuk wolbachia tersebut seperti di Bontang, Semarang dan Bandung," paparnya.
Wolbachia, kata dr Tifa sebagai bakteri endosimbion, tidak hanya terdapat pada nyamuk Aedes Aegypti, tetapi juga bersama-sama dengan serangga lain.
"Bakteri ini tidak spesifik ada di nyamuk aedes tapi dia bakteri yang hidupnya bersama sama serangga termasuk nyamuk aedes," ujarnya.
Penelitian ini mencoba mengubah nyamuk Aedes menjadi nyamuk Wolbachia sebagai upaya kontrol terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yaitu penyakit demam berdarah.
Ia menyatakan, bahwa meskipun demam berdarah pernah menjadi masalah besar di Indonesia sejak pertama kali ditemukan pada Oktober 1968, saat ini situasinya telah terkendali dengan tingkat kejadian yang rendah.
"Saat ini sudah terkontrol, case fatality rate-nya sudah sangat rendah," jelasnya.***

Share this article
Bakteri Wolbachia ini mendapat sorotan dari dokter Tifa, menurutnya Wolbachia ini adalah proyek penelitian bukan implementasi.