AYOJAKARTA.COM – Tanaman yang dijuluki dengan istilah bunga terompet atau dikenal dengan nama kecubung, tengah menjadi sorotan warganet.
Tanaman kecubung atau borrachero merupakan tanaman yang buahnya menyerupai durian mini dengan bunga menjuntai menyerupai terompet.
Dikutip dari kanal YouTube Penyuluh Anti Narkoba BNNK Pasbar, meski bukan termasuk sebagai narkotika, namun kecubung juga dikenal sebagai salah satu zat pembius karena memiliki efek anestesi.
Hal tersebut karena di dalam kecubung terkandung metil kristalin yang memiliki efek relaksasi, dan dikenal memiliki senyawa kimia alkaloid.
Selain itu, kecubung juga mengandung hiosin, lemak, kalsium, eksalat, meteloidina, norskopolamina, kuskohigrina dan nikotina.
Karena mengandung skopolamin, bunga kecubung kemudian dikenal juga dengan istilah atau sebutan nafas setan atau the devil’s breath.
Baca Juga: BRI Menanam Grow & Green Salurkan Bantuan Tanaman Produktif untuk Lahan Kritis
Bukan saja di Indonesia, penyalahgunaan tanaman kecubung juga terjadi di banyak negara lain, meski dikenal bisa membuat hilang kesadaran dan ingatan.
Lebih mengkhawatirkan dari ganja atau jenis tanaman psikotropika lainnya, tanaman Kecubung bisa membuat seseorang mengalami halusinasi hingga berhari-hari.
Akibat terlalu membahayakannya efek halusinasi yang dihadirkan, mengkonsumsi tanaman “sakti” ini bisa membuat kondisi seseorang menjadi sangat mengkhawatirkan.
Mengingat sifatnya yang membahayakan ingatan dan kesehatan pikiran, Kementerian Kesehatan mengusulkan untuk memasukkan tanaman ini sebagai golongan narkotika.
Namun demikian, di sejumlah negara tanaman kecubung justru banyak dimanfaatkan sebagai obat penenang.
Biasanya penggunaan tanaman kecubung ini dilakukan oleh penyembuh tradisional, karena dipercaya memiliki hubungan dengan alam lain.
Namun penggunaan yang tidak mengenal dosis, serta ketidak tahuan masyarakat kerap menjadi penyebab masih adanya korban akibat mengkonsumsi kecubung.
Baca Juga: Menanam Tanaman Produktif di Lahan Kritis, BRI Grow & Green Berdayakan Dua Kelompok Tani di Bali
Unggahan tentang bahaya dan pengalaman menjadi korban kecubung, mendapat ribuan tanggapan beragam dari para warganet.
Menurut kebanyakan warganet, akibat dari mengkonsumsi tanaman kecubung merupakan pengalaman paling mengerikan yang juga mendatangkan jenaka.
Sebab halusinasi yang dihadirkan dalam pikiran setelah mengkonsumsi tanaman kecubung, bisa sangat membahayakan orang lain di sekitar.
“Temen gue nyariin uban di kepala Emaknya, katanya kepada Emaknya banyak Kuntilanak lagi terbang,” kenang seorang warganet tentang korban kecubung, dikutip dalam unggahan akun Instagram @jakarta.keras.
Pengalaman membingungkan namun jenaka juga sempat diceritakan seorang warganet ketika mengetahui sahabatnya yang mengkonsumsi Kecubung.
“Temen gue makan itu terus nonton konser, tiba-tiba dia tiduran dan ketika ditanya kenapa, dia bilang sedang menyamar jadi rumput alun-alun,” komentarnya.
Namun demikian banyak juga warganet yang memperingatkan agar siapapun tidak mencoba mengkonsumsi tanaman Kecubung.
“Buah ajaib jangan coba-coba deh, nanti pada berubah jadi gila,” tulis warganet pemilik akun @*hmandbag*.***

Share this article
Meski bukan termasuk sebagai narkotika, namun kecubung juga dikenal sebagai salah satu zat pembius karena memiliki efek anestesi.