AYOJAKARTA.COM – Pengamat dan aktivis Ray Rangkuti melihat adanya kekhawatiran pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kemenangan satu putaran pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Presiden Jokowi dianggap semakin memperlihatkan keberpihakannya pada salah satu paslon dalam Pilpres 2024.
Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga dianggap merusak demokrasi karena mempersilakan menteri untuk berkampanye.
Ray Rangkuti mengatakan peluang untuk pasangan Prabowo-Gibran menang satu putaran hanya sedikit.
Baca Juga: Jelang Pemilu Petugas KPPS Belum Bisa Login Aplikasi Sirekap 2024? Begini Solusinya
Salah satu faktor yang membuat peluang Prabowo-Gibran menang satu putaran ‘macet’ adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi yang fluktuatif.
“Ya kalau untuk satu putaran mungkin agak, istilah saya macet gitu. Karena disebabkan banyak faktor. Faktor pertama karena tingkat kepuasan Pak Jokowi itu kan naik turun, fluktuatif,” kata Ray Rangkuti dikutip ayojakarta.com dari YouTube Abraham Samad Speak Up, Minggu (4/2/2024).
Ray Rangkuti menilai tingkat kepuasan Presiden Jokowi akan melonjak ketika bantuan sosial (bansos) dibagikan kepada masyarakat.
Akan tetapi, ketika bansos tidak dibagikan maka tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi akan menurun.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Akhirnya Kena Roasting Kiky Saputri Depan Mata, Cuma Bisa Senyam-senyum
Ia menilai satu-satunya hal yang mampu menaikkan tingkat kepuasan masyarakat adalah bansos.
“Kalau bansos dibagikan naik, bansos lagi sepi turun lagi. Karena basis kepuasan Pak Jokowi itu sekarang hanya pada bansos, nggak ada yang lain. Kalau penegakan hukum kan merosot, korupsi merosot, kebebasan berpendapat merosot, semua hampir banyak hal merosot. Satu-satunya yang membuat beliau bertahan itu ya karena ada bansos”, jelasnya.
Ray Rangkuti juga menyoroti goyang gemoy dan program susu serta makan siang gratis Prabowo-Gibran.
Menurutnya, saat ini goyang gemoy sudah menjadi hal negatif dan program susu serta makan siang gratis sudah kalah dengan program internet gratis.
Baca Juga: Begini 5 Cara Cantumkan Pengalaman KPPS Pemilu 2024 ke CV ala Vina Muliana
Tak hanya itu, munculnya gerakan anti dinasti politik kini sudah mulai meningkat di tengah masyarakat.
“Gerakan anti dinasti politik itu makin mendapatkan tempat di tengah masyarakat. Itu sedikit banyak mempengaruhi menurut saya para pemilih. Selama ini di banyak lembaga survei disebut enggak ada efeknya gerakan anti dinasti politik. Saat itu saya mengatakan sabar ini kan lagi baru diturunkan. Sekarang baru mulai nih,” ujarnya.
Selain itu, faktor lainnya adalah kebimbangan masyarakat terhadap kapasitas dan kemampuan Prabowo Subianto dalam melanjutkan program Presiden Jokowi.
Terlebih, Prabowo berhadapan dengan Ganjar Pranowo yang menjadi salah satu alternatif yang bisa melanjutkan program Presiden Jokowi dengan perbaikan pada aspek yang dianggap sangat lemah.
Ray Rangkuti melihat adanya faktor-faktor tersebut kemungkinan membuat elektabilitas Prabowo-Gibran macet dan yang bisa menguraikan itu hanyalah Presiden Jokowi.***

Share this article
Begini kata Ray Rangkuti terkait kekhawatiran Jokowi Prabowo-Gibran tak bisa satu putaran di Pilpres 2024.