AYOJAKARTA.COM - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Benny Rhamdani, menyampaikan agar publik tidak tertipu dengan gaya dari Prabowo Subianto.
Benny Rhamdani mengatakan jika dilihat dari rekam jejak, Prabowo Subianto identik dengan mendeklarasikan kemenangan lebih dulu sebelum hasil atau pengumuman resmi dari KPU.
Dirinya memberikan contoh ketika Pilpres sebelumnya, di mana Prabowo Subianto melakukan deklarasi dengan melakukan sujud syukur.
Baca Juga: Menarik! KSAD Dudung Abdurachman Sebut Prabowo Subianto Tidak Ambil Gaji Saat Menjadi Danyon
"Masyarakat jangan mau ditipu oleh Prabowo style, (saya) menyebutnya Prabowo style. Pada 2014 ya hasil Pilpres Prabowo deklarasi kemudian sujud syukur menyatakan dirinya pemenang, faktanya kalah," ucap Benny Rhamdani, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa (20/2/2024).
Tidak hanya pada Pilpres 2014, Benny juga mengatakan bahwa Prabowo Subianto melakukan sujud syukur pada 2019, dan pada Pilpres saat ini.
“2019 Prabowo deklarasi sujud syukur faktanya kalah, dan 20224 Prabowo melakukan hal yang sama,” ucapnya.
Namun dalam Pilpres 2024 ini, Benny mengatakan bahwa deklarasi Prabowo telah disiapkan bahkan sebelum pemilihan berlangsung.
"Deklarasi, yang itu persiapannya jauh sebelum pencoblosan, menyiapkan tempat Istora itu butuh 1 bulan lho," ucapnya.
Hal ini menjadi tanda tanya bagi Benny, terkait mengapa Prabowo sudah menyiapkan lokasi untuk deklarasi sejak jauh-jauh hari.
Baca Juga: Asyik Berdansa dengan Nikita Mirzani, Seperti Apa Sosok Rizky Irmansyah Ajudan Prabowo Subianto?
"Jadi bagaimana mungkin dia (Prabowo) sudah mengetahui kemenangan, padahal pencoblosan baru dilakukan tanggal 14 Februari," ucapnya menambahkan.
Benny menilai, bahwa Prabowo melakukan deklarasi kemenangan hanya berdasarkan perhitungan cepat atau quick count.
Dirinya menjelaskan, bahwa quick count bukanlah bagian dari tahapan untuk mengumumkan perolehan suara sebagaimana diatur dalam UU dan Peraturan KPU (PKPU).
"Jadi ini by design, ini prabowo style. Jadi masyarakat jangan mau ditipu, dikibuli oleh Prabowo style yang mendeklarasi kemenangan," tutur Benny.***

Share this article
TPN Ganjar-Mahfud sebut Prabowo Subianto identik dengan mendeklarasikan kemenangan lebih dulu sebelum hasil resmi dari KPU diumumkan.