AYOJAKARTA.COM - Pilpres 2024 telah selesai diselenggarakan pada 14 Februari kemarin, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang versi quick count.
Namun, banyak pihak yang menyebut jika Pilpres 2024 ini sarat dengan kecurangan.
Salah satu sosok yang menyebut Pilpres 2024 ini diwarnai dengan kecurangan adalah Prof. Ryaas Rasyid Pakar Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan.
Baca Juga: 2 Bantuan Sosial Cair Hari Ini? Update BPNT Februari-Maret 2024 dan BLT Mitigasi Risiko Pangan
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Abraham Samad Speak Up, Ryaas Rasyid mengatakan jika pemimpin yang dihasilkan dari kecurangan maka kemungkinan dia tidak memiliki basis moral secara politik.
Menurutnya, jika ia menjadi Prabowo Subianto dirinya tidak mau mengikuti permainan ini.
“Jadinya pemimpin nanti tidak bisa punya basis moral secara politik, etika tidak punya legitimasi. Kalau saya jadi Prabowo, saya tidak mau jadi korban dalam permainan ini,” kata Ryaas Rasyid.
Dalam kesempatan itu, Ryaas Rasyid mendesak agar Prabowo Subianto mau bersikap jujur kepadanya dan masyarakat.
Di mana dia harus mengatakan bahwa dirinya tidak mau menjadi seorang pemimpin dafi hasil curang.
“Pak Prabowo harus jujur pada dirinya sendiri dan jujur pada rakyat, beliau harus mengatakan pada rakyat, saya tidak mau menjadi presiden dari hasil pemilihan yang curang,” tuturnya.
Ryaas bercerita, bahwa dirinya sempat bertanya kepada Prabowo soal pencalonannya di Pilpres 2019.
Menurut keterangannya, Prabowo tahu jika saat itu dia kalah karena kecurangan.
“Pak Prabowo itu bukan tidak tahu kalau dia itu dicurangi tahun 2019, pertanyaan moralnya sekarang apakah dia mau menang dengan cara yang sama yang dilakukan oleh lawannya dulu, yaitu curang tidak elok,” ucapnya.
Prof. Ryaas Rasyid juga mengklaim jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) lah yang bertanggung jawab dalam kecurangan Pilpres 2024.
“Ya, ini penguasa di bawah kepemimpinan Jokowi. Jokowi yang bertanggung jawab semua,” ujarnya.
Kata Ryaas Rasyid, konon hasil Pilpre ini sengaja disetting di mana suara 02 tidak boleh kurang dari 50%.***

Share this article
Jokowi bertanggung jawab atas dugaan kecurangan di Pilpres 2024? Pakar Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Ryaas Rasyid beberkan hal ini