AYOJAKARTA.COM -- Rismon Sianipar yang merupakan saksi digital forensik di dalam perkara kopi sianida Jessica Wongso kembali memperlihatkan wajah keadilan di Indonesia.
Tidak adanya penanganan hukum bagi para terduga pelaku kejahatan di kasus Jessica Wongso, menurut Rismon Sianipar merupakan salah satu indikasinya.
Karena itu melalui unggahan videonya, Rismon Sianipar mengingatkan agar di masa depan tidak ada lagi korban-korban mafia hukum seperti Jessica Wongso.
Salah satu cara yang menurut Rismon harus dilakukan adalah dengan bersikap konsisten menyampaikan fakta-fakta berdasarkan kebenaran.
Dengan banyaknya fakta dan pengetahuan menyangkut rekayasa, maka ruang gerak bagi para mafia hukum di Indonesia bisa berkurang.
Peningkatan pengetahuan menurut Rismon merupakan cara terbaik untuk dilakukan, sebab berharap kepada institusi hanya mendatangkan kekecewaan.
Terkait dengan dugaan manipulasi barang bukti, Rismon sempat memberi laporan kepada sejumlah informasi penting selain pada Kepolisian.
Baca Juga: Bukti Dugaan Manipulasi Kasus Jessica Wongso Kembali Terungkap, Rismon Sianipar Beberkan Hal Ini
Bukan saja kepada DPR, Rismon juga memberikan laporan kepada Komnas HAM, sementara wakil-wakil rakyat masih sibuk dengan perkara lain.
“Memang sampai saat ini kita sangat kecewa dengan respon Kapolri yang sepertinya tidak mau tahu dengan rekayasa brutal,” ungkap Rismon.
Selain hanya perlu berharap kepada Tuhan Yang Maha Berkehendak, maka upaya-upaya untuk terus mengubah keadaan perlu tetap dilakukan.
Rismon bersikeras akan tetap mengupayakan aksi pengungkapan hingga memberikan penjelasan ke publik menjadi satu-satunya jalan bagi para terduga pelaku.
Sehubungan dengan perkara kopi sianida di tahun 2016, Rismon juga mengungkit salah satu peran penting dari M. Nuh dan Christopher Hariman Rianto selaku terduga pelaku.
Dalam sidang, Jaksa juga sempat memperlihatkan video hasil rekaman CCTV yang telah mengalami penurunan resolusi serta sejumlah penyuntingan.
Selain Kamera CCTV Nomor 9 yang menjadi sorotan, pada unggahan video terbarunya Rismon kembali menemukan bukti sejenis pada kamera CCTV Nomor Enam.
Kamera Nomor Enam, menurut Rismon berisi rekaman gambar yang bisa memperkuat cakupan informasi dari kamera Sembilan.
Dengan menggunakan teknik semacam itu, Rismon menganggap para oknum anggota polisi dengan Jaksa benar-benar bekerjasama untuk mengalahkan Jessica.
“Untuk apa dikaburkan, untuk menghilangkan informasi warna ketika kopi disajikan oleh Agus Triono,” ungkap Rismon.
Melalui teknik manipulasi tersebut maka informasi warna kopi saat baru disajikan Pramusaji bernama Agus Triono, saat diminum Mirna serta dibawa Bartender Devi Siagian hilang.
“Semua itu bisa terlihat melalui kamer enam, tapi dikaburkan oleh mereka semua,” pungkas Rismon.***

Share this article
Rismon Sianipar saksi digital forensik di dalam perkara kopi sianida Jessica Wongso kembali memperlihatkan wajah keadilan di Indonesia.