AYOJAKARTA.COM - Lebaran tinggal menghitung hari. Bagi perantau sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bisa pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga besar.
Melepas rindu dengan keluarga, sahabat dan kolega.
Sayangnya, momen kumpul keluarga besar saat ini cenderung banyak dihindari.
Kenapa? Salah satunya penyebabnya, adanya beragam pertanyaan yang mungkin basa-basi namun bisa berdampak ke mental orang lain.
Ulama Habib Jafar ikut angkat suara mengenai hal ini.
Bahkan, ia menghimbau kepada semua orang untuk memiliki sensitivitas terhadap orang lain.
Setidaknya ada jangan bertanya dua hal. Terkait pernikahan dan anak.
Baca Juga: Lurus atau Melengkung? Ungkap Kepribadian Tersembunyimu dari Bentuk Ibu Jari
"Jangan paksa orang untuk menikah. Jangan paksa orang untuk punya anak. Bahkan, milikilah sensitivitas untuk tidak bertanya kapan menikah dan kapan punya anak, khususnya saat lebaran nanti," kata Habib Jafar saat dikutip Ayojakarta.com dalam tayangan Log In di YouTube Deddy Corbuzier, Sabtu 6 April 2024.
Karena menurut Habib Jafar, itu sesuai dengan ajaran nabi. Di Islam sendiri tidak ada paksaan dalam pernikahan. Baik laki-laki maupun perempuan.
Mereka harus menikah saat benar-benar siap. Bukan sekedar mau menikah saja.
Tapi menikahlah saat mampu. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pernikahan.
Baca Juga: Zakat Fitrah untuk Tokoh Agama Apakah Dibolehkan? Ini Penjelasan Berdasarkan Fiqih
Seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang tua.
Bisa jadi, pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk sekedar basa basi atau membuka obrolan saja.
Namun, kita tidak ada yang tahu bagaimana pergulatan batin seseorang dari pertanyaan yang simpel tersebut. Tapi membuat hati yang ditanya menjadi berantakan.
Bisa jadi secara fisik, tidak kelihatan. Tapi itu bisa berimbas ke mental orang lain.
***

Share this article
Lebaran tinggal menghitung hari. Bagi perantau sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bisa pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga.