Polisi Hapus 2 DPO, Tim Pengacara Vina Merasa Ada Ketidakjujuran di Persidangan dan Minta Diulang

Putri Maya Rumanti Pengacara Vina
Putri Maya Rumanti Pengacara Vina

AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon kembali memanas setelah Polda Jawa Barat mencoret dua nama dari daftar pencarian orang (DPO).

Keputusan ini menuai kecurigaan dan penolakan dari tim kuasa hukum keluarga korban.

Sebelumnya, Polda Jabar telah menetapkan tiga DPO dalam kasus ini.

Namun setelah menangkap satu DPO bernama Pegi alias Perong, dua nama lain yaitu Dani dan Andi dihapus dari daftar.

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon, Pakar Mikro Ekspresi Soroti Gestur Pegi Setiawan Kala Jumpa Pers, Ada yang Janggal?

Hal ini memicu keraguan dari keluarga korban.

"Amar putusan pengadilan sudah jelas menyebutkan bahwa ada DPO yang harus dicari. Pertanyaannya, siapa yang paling bertanggung jawab atas kematian Vina dan Eki jika dua DPO itu dihilangkan?" tegas Putri Maya Rumanti, kuasa hukum keluarga Vina dikutip ayojakarta.com dari Instagram @kepoin_trending, Senin (27/5/2024).

Putri Maya mempertanyakan dasar polisi menghapus dua nama DPO tersebut.

Ia menegaskan bahwa keputusan pengadilan harus dihormati dan ditaati.

"Kami tidak mau tahu alasannya. Kami hanya tahu bahwa berdasarkan amar putusan, ada dua nama lagi yang harus dicari," tegasnya.

Baca Juga: Polisi Umumkan Pegi Alias Perong Tersangka Terakhir Pembunuhan Vina Cirebon dan Ralat Hapus 2 DPO Lain

Di sisi lain, polisi berdalih bahwa nama Dani dan Andi tak pernah ada alias fiktif.

Dengan demikian, Pegi Setiawan alias Pegi Perong menjadi tersangka terakhir dalam kasus ini.

Namun, alasan ini justru semakin memperkuat kecurigaan pihak keluarga korban.

Mereka menduga adanya ketidakjujuran dalam proses persidangan.

"Jika nama DPO dinyatakan fiktif, berarti ada ketidakjujuran di dalam persidangan. Bagaimana mungkin produk hukum dikatakan fiktif? Bukankah kesaksian mereka patut dipertanyakan?" tanya Putri Maya.

Baca Juga: Ibu Pegi Alias Perong ke Polisi: yang di DPO Namanya Egi Bukan Pegi, Kenapa yang Ditangkap Anak Saya

Pegi Salah Tangkap?

Penangkapan Pegi sebagai DPO juga memicu kontroversi.

Seorang pria bernama Suharsono atau Bondol yakin bahwa Pegi alias Perong yang dinyatakan Polda Jabar sebagai otak pembunuhan Vina di Cirebon adalah kasus salah tangkap.

Menurut Bondol, saat kejadian yang menewaskan Vina dan Eki, Pegi sedang berada di Bandung.

Bondol mengungkapkan pada 21 Agustus 2016, Pegi mengajaknya bekerja di Bandung.

Baca Juga: Menurut Kesaksian Tetangga, Pegi Alias Perong Disebut Pernah Diperiksa Polisi di Tahun 2016

Bersama Robi dan Ibnu, mereka bekerja sebagai kuli bangunan di rumah Pak Aceng.

Setelah beberapa hari bekerja, Bondol kembali ke Cirebon pada 27 Agustus 2016 malam diantar Pegi, Robi dan Ibnu sampai terminal.

Sesampainya di Cirebon sekitar pukul 11 malam, Bondol melihat ada polisi dan banyak orang di lokasi kecelakaan yang ternyata adalah peristiwa yang menewaskan Vina dan Eki.

Berdasarkan pengalamannya, Bondol yakin Pegi tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut karena saat kejadian, Pegi berada di Bandung.

Bondol menyatakan kesediaannya untuk menjadi saksi dalam kasus ini jika diperlukan.

Baca Juga: Usai Viral, Polisi Tangkap 1 dari 3 DPO Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Diduga Pegi Alias Perong di Bandung

Kasus ini masih terus bergulir dan memancing pertanyaan publik.

Bagaimana nasib dua nama DPO yang dihapus?

Apakah polisi benar-benar telah menyelesaikan kasus ini dengan menangkap Pegi Setiawan atau masih ada pihak lain yang harus bertanggung jawab atas kematian Vina dan Eki?***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Dani
# Perong
# Andi
# Eki
# Pegi Setiawan
# Polda Jawa Barat
# DPO
# Vina
# Cirebon
# Pengacara

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.