Dampak Kasus Vina-Eky Tuntas Secara Prosedural Berbuntut Viral, Pengamat Kepolisian Komentari Penangkapan Pegi Setiawan

Penangkapan terhadap seorang buruh bangunan bernama Pegi Setiawan yang diduga dalang dalam kasus tewasnya pasangan Vina-Eky masih menuai kontroversi.
Penangkapan terhadap seorang buruh bangunan bernama Pegi Setiawan yang diduga dalang dalam kasus tewasnya pasangan Vina-Eky masih menuai kontroversi.

AYOJAKARTA.COM -- Penangkapan terhadap seorang buruh bangunan bernama Pegi Setiawan yang diduga dalang dalam kasus tewasnya pasangan Vina-Eky masih menuai kontroversi.

Terkait dengan penangkapan terhadap Pegi Setiawan, salah satu terpidana dalam kasus pasangan Vina-Eky sempat memberikan pernyataan.

Menurut Saka Tatal, foto wajah Pegi Setiawan terduga dalang kematian pasangan Vina-Eky berbeda jauh dengan yang diperlihatkan kepolisian.

Baca Juga: Viral! Status Facebook Pegi Setiawan Sebelum Jadi Tersangka Kasus Vina Cirebon, Isinya Bikin Warganet Nangis

“Saya dikasih tahu foto dan nama-namanya, sama foto yang ditangkap sekarang itu beda jauh,” ungkap Saka yang mengaku sempat ditunjukkan lembar DPO.

Pernyataan Saka tentang sosok Pegi Setiawan tersebut, juga berkesesuaian dengan pendapat kuasa hukum keluarga mendiang Vina.

Sehubungan dengan kesimpangsiuran informasi yang masih bermunculan di tengah masyarakat, Bambang Rukminto selaku Pengamat Kepolisian memberi tanggapan.

Menurut Bambang, salah satu penyebab terjadinya noise atau kebisingan dan kesemrawutan dalam kasus Vina-Eky karena rasa haus publik akan sensasi.

Baca Juga: Demi Keadilan di Kasus Pembunuhan Vina Cirebon, Hotman Paris Minta Mantan Pengacara Prabowo-Gibran Jadi Pengacara Pegi

Terkuaknya kembali kasus Vina-Eky yang terjadi pada 2016 silam, juga disebabkan oleh karena masih melekatnya budaya bangsa Indonesia terhadap dunia mistik.

Sebagaimana diketahui, salah satu penyebab kasus Vina menjadi sorotan adalah karena diawali dengan adanya peristiwa kesurupan.

Perbedaan cara pandang kepolisian dalam mengungkap kasus yang mengacu pada Scientific Crime Investigation atau CSI, berseberangan dengan pendapat publik.

Bambang tidak menampik fakta, bahwa ada sejumlah peristiwa kejahatan yang memang berhasil diungkap setelah diawali dengan proses kerasukan.

“Tapi kalau dijadikan rujukan tentu ini jauh dari ilmu kepolisian, ilmu kriminologi dan nalar-nalar ilmiah,” jelas Bambang.

Menilik pada aspek kemampuan dan peralatan investigasi, Bambang meyakini sumber-sumber yang dimiliki oleh Polri sudah sangat canggih.

Namun demikian Bambang menilai, salah satu kendala yang sering dialami dalam perkara pidana adalah karena masih belum optimalnya faktor kemauan.

“Makanya delapan tahun kasus ini tidak selesai, salah satunya adalah karena kemauan untuk menyelesaikannya secara benar dan profesional,” tegas Bambang.

Baca Juga: Dituduh Sebagai Egi DPO Kasus Pembunuhan Vina Cirebon, Hegi Rian: Saya Tidak Melakukan Sama Sekali

Selain kendala sosial, penyebab lain yang membuat suatu penyidikan menjadi lambat karena adanya intervensi baik karena kekuasaan, politik, maupun ekonomi.

Adanya berbagai kemungkinan tekanan yang dialami dalam mencari fakta-fakta hukum, menurut Bambang ikut mempengaruhi psikologis dan kinerja anggota penyidik.

Salah satu indikasi adanya kendala-kendala tersebut, menurut Bambang dapat dilihat dari penetapan Pegi Setiawan dan dua DPO lainnya yang kemudian dicabut.

Baca Juga: Warganet Soroti Petinggi Polisi yang Sempat Berdinas di Cirebon, Alvin Lim: Lewat Kasus Vina-Eky, Tuhan Akan Bongkar Semuanya!

Karena itu Bambang menilai pentingnya dilakukan audit investigasi dari setiap perkara hukum yang terjadi, sehingga benar-benar tuntas.

“Kasihan Polda Jawa Barat, dapat PR delapan tahun lalu,” ungkap Bambang. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pegi Setiawan
# Saka Tatal
# Vina
# Eky
# wajah

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.