AYOJAKARTA.COM – Setelah perseteruan pasutri yang berbuntut KDRT dan kematian suami, Briptu FN ditetapkan sebagai tersangka.
Diketahui, ia membakar sang suami Briptu Rian Dwi Wicaksono yang juga merupakan anggota kepolisian wilayah Mojokerto.
Akibat perbuatan yang menyebabkan kematian Briptu Rian Dwi Wicaksono, ia kini terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Baca Juga: Kasus Istri Polwan Bakar Suami: Polisi Tetapkan sebagai Kasus KDRT hingga Dugaan Motif
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Dirmanto.
“Penerapan pasal dari kejadian ini yaitu Pasal 44 Ayat 3 Subsider ayat 2 UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang KDRT,” jelas Kombes Dirmanto dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Selasa (11/6/2024).
Selain menetapkan Briptu FN sebagai tersangka, Polda Jatim juga telah memeriksa sebanyak lima orang saksi serta melibatkan Ahli Psikologi Forensik serta Psikiater.
Terkait dugaan motif awal tindak kekerasan, pelaku ditengarai murka karena uang belanja kebutuhan keluarga dipakai oleh suaminya.
Baca Juga: Polisi Tewas di Tangan Istrinya yang Polwan, Ini Kronologinya
Selain persoalan keuangan, pelaku juga disebut mengalami sindrom Baby Blues atau gangguan psikologis setelah melahirkan.
Adanya anggapan tersebut, Reza Indragiri yang merupakan Psikolog Forensik memberikan pernyataan.
Menurut Reza, untuk dapat memahami situasi psikologis yang dialami seorang pelaku kejahatan dibutuhkan sejumlah analisis mendalam.
Kemungkinan akan adanya trauma serta kebiasaan harian di masa lalu serta lingkungan, menurut Reza penting dijadikan sebagai dasar pertimbangan.
Adanya anggapan tentang sindrom Baby Blues yang sedang dialami pelaku, menurut Reza memungkinkan untuk dijadikan sebagai acuan.
“Adanya guncangan hormon yang sifatnya signifikan, maka kemungkinan terjadinya kekacauan berpikir, berperasaan menjadi hal yang tidak dapat dikesampingkan,” jelasnya.
Akibatnya, perilaku seorang perempuan yang mengalami sindrom Baby Blues akan cenderung menjadi tak sejalan antara pikiran, perasaan serta perilaku sebelumnya.
Baca Juga: Viral Pesan Menyentuh Briptu Suci Darma Usai Kehilangan Calon Bayinya, Begini Isinya
Namun demikian, Reza mengingatkan sindrom Baby Blues masih menjadi suatu hal yang kontroversial di kalangan para ilmuwan.
“Di kalangan ilmuwan sendiri keberadaan baby blues syndrome itu sifatnya kontroversial. Ada yang meyakini tapi ada juga yang menganggapnya sebagai dramatisasi,” imbuhnya.
Karena itu, terkait kondisi psikologis yang melatarbelakangi perbuatan Briptu FN terhadap suaminya, hal tersebut tergantung pada tim pemeriksa.
Lebih lanjut Reza menilai, kondisi dan tekanan keuangan dalam keluarga yang terlalu menghimpit bisa mendatangkan rasa frustrasi mendalam.
Hal tersebut bisa saja menjadi pencetus timbulnya perilaku agresif atau bahkan meningkat menjadi tindak kejahatan.***

Share this article
Penyebab Briptu FN tega bakar suaminya yang juga polisi terungkap, faktor ekonomi atau sindrom baby blues?