AYOJAKARTA.COM - Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) baru-baru ini memberikan kritik pedas soal kasus Vina Cirebon.
Mahfud MD menyebut bahwa dalam menangani kasus Vina Cirebon, para penyidik telah serampangan atau asal-asalan.
Tentu saja Mahfud MD mengatakan hal tersebut bukan tanpa alasan mendasar.
Mahfud MD mengungkap ada beberapa alasan yang membuatnya begitu lantang menyebut bahwa penyidik memang telah serampangan dalam menangani kasus Vina.
Seperti diketahui, kasus Vina merupakan salah satu kasus yang hingga saat ini begitu menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Banyak masyarakat yang antusias mengikuti perkembangan kasus Vina dan penasaran siapa sebenarnya otak yang kerap disebut sebagai pelaku pembunuhan.
Apalagi kasus Vina ini memang telah berlangsung cukup lama.
Setelah putusan pengadilan keluar di tahun 2016, kasus ini seolah lenyap begitu saja tanpa ada kabar atau informasi lanjut.
Baca Juga: Soal Dugaan Dirinya Bisa Jadi Tersangka Kasus Vina Cirebon Lagi, Begini Kata Pegi Setiawan
Padahal putusan pengadilan menyatakan bahwa masih ada tiga DPO tersisa dalam kasus Vina.
Namun hingga kini tahun 2024, tiga DPO tersebut tak kunjung ditemukan sehingga kasus Vina belum menemukan titik terang.
Berkenaan dengan hal tersebut, mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan tanggapan.
Menurutnya, tak kunjung terungkapnya kasus Vina disebabkan kinerja serampangan penyidik dalam melakukan penanganan.
Baca Juga: Pegi Setiawan Ungkap Kebaikan Wadir Tahti Polda Jabar, Selalu Beri Nasihat Agar Bersikap Jujur!
"Menurut saya penyidik dalam menangani kasus Vina ini sudah serampangan," kata Mahfud MD dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Mahfud MD Official pada Sabtu, 13 Juli 2024.
Lebih lanjut, Mahfud MD juga mengungkapkan beberapa alasan yang membuatnya berani mengkritik dan menyebut penyidik serampangan.
Alasan pertama adalah karena penyidik tak segera melakukan pencarian tiga DPO setelah keluarnya putusan pengadilan.
Penyidik seolah baru bergerak setelah ditayangkannya film Vina: Sebelum 7 Hari di bioskop yang kemudian viral.
"Karena awalnya dikatakan ada buron A, B, C. Lalu hilang kasus ini, baru muncul lagi setelah ada film Vina: Sebelum 7 Hari. Kalau tidak serampangan kan begitu diputus itu langsung dicari," ucap Mahfud MD.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal pengurangan jumlah DPO yang diumumkan pihak kepolisian.
Awalnya disebut ada tiga DPO, tiba-tiba diumukan bahwa dua DPO lainnya adalah fiktif.
Hal itulah yang kemudian juga menjadi alasan Mahfud MD menyebut penyidik serampangan dalam menangani kasus Vina.
"Kemudian katanya ada tiga DPO, lalu diumumkan yang dua itu fiktif. Padahal itu kan dakwaan jaksa yang kemudian dicantumkan di putusan pengadilan," ungkap Mahfud MD menjelaskan.
"Di dalam proses persidangan tahun 2016 kan juga disebut (3 DPO), nah ini kan serampangan namanya," pungkasnya.
Baca Juga: Meninggal 8 Tahun Lalu, Facebook Lama Vina Cirebon Tiba-tiba Muncul Lagi, Bikin Status Begini
Seperti diketahui, sebelumnya memang sempat viral film dengan genre horor bertajuk Vina: Sebelum 7 Hari.
Film yang disutradarai Anggy Umbara ini kabarnya memang diangkat atau terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi pada kasus Vina.
Alih-alih dibuat sebagai film horor biasa, ternyata baik secara langsung atau tidak film ini memberi pengaruh pada kasus Vina di kehidupan nyata.
Setelah film tersebut viral dan kasus Vina mendapat perhatian masyarakat, penyidik kembali bergerak mencari tiga DPO yang belum ditemukan.
Penyidik sempat menangkap satu orang tersangka yang dianggap sebagai DPO kasus Vina, meski putusan praperadilan pada akhirnya membebaskan lantaran terjadi kesalahan prosedur penangkapan hingga penetapan status tersangkanya.***

Share this article
Terungkap, ternyata ini alasan Mahfud MD sebut penyidik yang menangani kasus Vina Cirebon serampangan.