AYOJAKARTA.COM - Berada di rentang garis khatulistiwa, membuat sebagian wilayah Indonesia sangat berpotensi mengalami perubahan cuaca ekstrim.
Salah satu penyebab timbulnya perubahan cuaca ekstrim tersebut adalah akibat adanya sejumlah gangguan pada bagian atmosfer bumi.
Akibat adanya gangguan pada atmosfer tersebut, dampak perubahan cuaca ekstrim bisa menyebabkan turunnya hujan di musim kemarau.
Turunnya hujan secara mendadak di musim tengah musim kemarau tersebut, banyak dipertanyakan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Menurut Ketua BMKG Dwikorita Karnawati, perubahan cuaca ekstrim yang dipertanyakan masyarakat akibat fenomena MJO di lapisan atmosfer.
Dikutip dari halaman perpustakaan bmkg, MJO atau Madden-Julian Oscillation merupakan suatu gelombang non seasonal yang terjadi di lapisan atmosfer.
Berasal dari bagian Timur Afrika di wilayah Samudera Hindia, gumpalan awan MJO bergerak mengikuti arah angin menuju Indonesia.
Selain itu, Madden-Julian Oscillation yang melewati wilayah Indonesia juga memiliki siklus atau pengulangan dalam rentang waktu antara 40 hingga 60 hari.
Dampak dari adanya fenomena MJO tersebut adalah terjadinya peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia khususnya bagian Tengah dan Timur.
Selain Madden-Julian Oscillation, masih terdapat jenis gangguan lain yang biasa terjadi di bagian atmosfer dan membawa dampak terjadinya perubahan cuaca ekstrim.
Adapun jenis gangguan yang memungkinkan terjadinya perubahan cuaca secara ekstrim di wilayah Indonesia adalah Gelombang Rossby serta Gelombang Kelvin.
Mengakibatkan terjadinya fenomena naik-turun secara signifikan di lautan, gelombang Rossby sering juga disebut dengan istilah gelombang planet.
Terjadi karena rotasi bumi atau proses alamiah, jenis gelombang ini akan berdampak pada perubahan cuaca serta iklim.
Pada bagian atmosfer, gelombang Rossby yang dapat membantu perpindahan suhu panas dari daerah tropis ke bagian kutub ini terbentuk akibat geografi bumi.
Guna menjaga terjadinya keseimbangan pada atmosfer, gelombang Rossby juga memindahkan udara dingin kutub ke wilayah tropis.
Bagi sejumlah wilayah Indonesia di bagian Barat, Tengah dan Timur, gelombang Rossby juga ikut mempengaruhi terjadinya peningkatan curah hujan.
Adapun Gelombang Kelvin adalah salah satu jenis gelombang di atmosfer yang merambat ke arah Timur, dan hadir sebagai akibat adanya sinar matahari.
Pada bagian wilayah yang dilewati oleh gelombang Kelvin, akan berdampak meningkatnya pertumbuhan awan penghujan atau Konvektif seperti Cumulonimbus.
Adanya perubahan cuaca ekstrim di sebagian wilayah Indonesia, tidak terlepas dari keberadaan geografis Indonesia yang diapit oleh dua benua dan dua samudera. ***

Share this article
Penyebab cuaca ektrim di sebagian wilayah Indonesia, perubahan mendadak dari musim kemarau ke dingin, ternyata karena ini.