AYOJAKARTA.COM - Dede saksi kunci kasus kematian Vina Cirebon dan Eki akhirnya muncul ke publik.
Dede mengungkapkan soal kesaksiannya terkait kasus Vina Cirebon dan Eki pada 2016 silam.
Di depan awak media dan Otto Hasibuan, Dede mengaku bahwa dirinya memberikan kesaksian palsu dalam kasus Vina dan Eki.
Dede menyampaikan bahwa dirinya diminta oleh Aep dan juga Iptu Rudiana untuk memberikan kesaksian palsu pada saat itu.
Dikutip Ayojakarta dari YouTube tvOneNews, Dede menceritakan awalnya dia dihubungi oleh Aep pada malam hari untuk diajak ke Polres pada tanggal 2 September 2016.
“Awal mulanya malem pak, Aep meneIppn saya dan mengajak saya ke Polres tanggal 2 September,” kata Dede.
Dede awalnya tidak tahu bahwa dirinya diajak ke Polres untuk membuat keterangan saksi tentang kematian anak Iptu Rudiana.
“Setelah di Polres saya tanya “Aep mau ngapain kesini?” katanya “buat keterangan saksi anaknya Pak Rudiana yang meninggal” setelah itu masih saya tanya “Mau ngapain kan kita tidak tahu peristiwa itu” udah nanti ikutin,” tuturnya.
Setelah di Polres, Dede menjelaskan bahwa Iptu Rudiana datang menghampiri keduanya kemudian menceritakan soal maksud dan tujuannya.
Saksi kunci Vina dan Eki itu mengatakan kalau Iptu Rudiana meminta agar dirinya memberikan keterangan sesuai dengan arahannya.
Baca Juga: Desak Saksi Kasus Jessica Wongso Ungkapkan Kebenaran, Otto Hasibuan Siap Ajukan PK Minggu Depan
Yang lebih kagetnya lagi, Dede menceritakan kalau Aep diduga sengaja membuat kesaksian palsu tentang para terpidana kasus Vina Eki karena dendam.
Aep disebut pernah dipukuli oleh seseorang yang saat ini menjadi terpidana kasus Vina.
“Setelah di BAP pun saya ngomong ke Aep, saya bilang “Aep kenapa mau membuat kesaksian seperti ini, kan bakal berat ke depannya?” kata Aep “Udah, saya kesal sama terpidana itu” katanya karena pernah dipukulin pak, iya (Aep) dendam,” kata Dede.***

Share this article
Di depan awak media dan Otto Hasibuan, Dede mengaku bahwa dirinya memberikan kesaksian palsu dalam kasus Vina dan Eki.