AYOJAKARTA.COM -- Apa yang terjadi ketika seorang ahli psikologi forensik diminta untuk menjadi saksi dalam sidang peninjauan kembali di kasus Vina Cirebon?
Reza Indragiri memberikan tanggapan menarik soal dirinya yang diminta untuk menjadi saksi ahli di sidang peninjauan kembali Saka Tatal.
Menanggapi permintaan tersebut, Reza menyatakan bahwa perlu ada pengecekan terlebih dahulu mengenai relevansi persoalan yang akan diangkat dengan bidang keilmuan yang dikuasainya.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Liga Akbar Bertekad Ungkap Kebenaran Kasus Vina Cirebon Sekarang
“Harus dicek terlebih dahulu persoalan-persoalan apa gerangan, pertanyaan-pertanyaan seperti apakah yang kira-kira akan diajukan ke saya karena belum tentu relevan dengan bidang keilmuan saya,” ujar Reza Indragiri dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV pada Jumat, 26 Juli 2024.
Jika dalam sidang peninjauan kembali memuat atau mengajukan pertanyaan di luar bidang keahliannya, Reza Indragiri akan menolaknya.
“Misalnya ya saya dengar penasehat hukum memiliki sejumlah foto atau bukti visual tentang kondisi kedua korban, kondisi fisik pertanyaan saya apa urusan dengan psikologi forensik?,” terangnya.
Reza Indragiri juga mengungkap bahwa dirinya belum tahu sidang PK Saka Tatal dijadwalkan kapan.
Reza Indragiri menegaskan bahwa hal itu harus sesuai dengan jadwal dan waktu luangnya.
“Bukan berarti saya tidak menghormati hukum ya, tidak menghormati PN Cirebon tetapi dengan segala hormat kan saya juga punya agenda kegiatan,” tambahnya.
Reza Indragiri mengingatkan bahwa keterlibatannya harus benar-benar sesuai dengan keahliannya untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam proses hukum yang berlangsung.
Dengan demikian, keterlibatan ahli seperti Reza akan memberikan wawasan yang lebih mendalam dan relevan dalam mencari keadilan.***

Share this article
Reza Indragiri memberikan tanggapan menarik soal dirinya yang diminta untuk menjadi saksi ahli di sidang peninjauan kembali Saka Tatal.