AYOJAKARTA.COM -- Panggung politik Pilgub Jakarta makin memanas. Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menantang pasangan Ridwan Kamil-Suswono untuk melawan kotak kosong.
Djarot berkomentar demikian karena adanya deklarasi Ridwan Kamil-Suswono yang melibatkan sebagian besar partai politik yang bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Diketahui, pasangan Ridwan Kamil-Suswono menggelar deklarasi usai KIM mendapat beberapa partai tambahan dalam koalisi terbarunya sehingga berubah nama jadi KIM Plus.
Menurut Djarot, PDIP melihat berdasarkan hasil deklarasi Ridwan Kamil-Suswono. Dia juga bertanya-tanya, bagaimana nantinya jika tidak banyak masyarakat yang mendukungnya maupun calon independen.
Apalagi dengan banyaknya partai yang bergabung ke KIM dan sedikit saja partai termasuk PDIP yang belum mengajukan calon.
“Deklarasi itu dan kita (PDIP) bisa melihat bagaimana nantinya itu terjadi secara otomatis PDIP tidak bisa mencalonkan sendiri,” ujar Djarot dikutip Ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Selasa, 20 Agustus 2024.
Ia juga mengatakan, PDIP menantang apakah pasangan Ridwan Kamil-Suswono berani untuk melawan kotak kosong.
“Kalau begitu, kami (PDIP) tantang apakah berani pasangan yang deklarasi dengan memborong semua partai itu melawan kotak kosong?” tanyanya.
Di sisi lain, Djarot juga menyinggung soal banyaknya NIK KTP warga Jakarta dicatut. Dia menekankan, hal tersebut merupakan pelanggaran serius dalam pemilihan umum.
“Banyak sekali suara dari warga yang merasa atau membuktikan KTP-nya dicatut, ini sudah merupakan pelanggaran yang serius,” ujarnya menjelaskan.
Calon independen disebut Djarot sebagai calon boneka karena pencalonannya tidak sehat dengan mencatut KTP banyak orang.
Djarot menegaskan, PDIP dan warga Jakarta ingin ada pilihan yang sehat di Pilgub Jakarta mendatang.
Oleh sebab itu dia mengatakan, PDIP masih melihat dinamika yang terjadi seperti apa ke depannya dan apakah jadi mengusulkan calon atau tidak.***

Share this article
Panggung politik Pilgub Jakarta makin memanas, PDIP menantang pasangan Ridwan Kamil-Suswono untuk melawan kotak kosong.