AYOJAKARTA.COM – Gempa bumi yang terjadi di Gunung Kidul, Yogyakarta pada Senin, 26 Agustus 2024 pukul 19:57 WIB lalu, membuat masyarakat resah.
Masyarakat resah lantaran mengaitkan gempa 5,8M di Gunung Kidul tersebut dengan potensi ancaman gempa megathrust.
Namun, dari rilis yang dikeluarkan oleh BMKG menegaskan jika gempa di Gunung Kidul tersebut tidak berpotensi tsunami.
Baca Juga: Terjangkit Mpox? Jangan Panik, Ini Pengobatan yang Bisa Dilakukan!
Dilaporkan gempa di Gunung Kidul tersebut dirasakan hingga ke beberapa daerah dari Pemalang hingga Purbalingga.
Tidak dipungkiri ramainya berita soal potensi terjadinya gempa megathrust menimbulkan keresahan tersendiri bagi masyarakat.
Terlebih potensi terjadinya gempa bumi megathrust ini diingatkan langsung oleh BMKG yang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Namun perlu diketahui, potensi bakal terjadinya gempa megathrust sendiri sudah diprediksi bertahun-tahun yang lalu.
Salah satu peneliti Geodesi ITB bernama Heri Andreas menuturkan jika gempa bumi megathrust sebenarnya adalah siklus pengulangan 200 tahunan.
Megathrust sendiri merupakan gempa bumi berkekuatan besar mencapai M8 hingga M9 yang menimbulkan potensi tsunami.
Baca Juga: Banjir Bansos! 3 Kategori KPM Ini Akan Mendapatkan Bantuan Sosial Tambahan Lewat KKS, Kamu Termasuk?
Lantas, seberapa tinggi potensi ancaman tsunami di kabupaten atau kota besar jika megathrust ini terjadi?
Berikut potensi ketinggian ancaman tsunami di kabupaten atau kota besar jika gempa megathrust terjadi dikutip dari akun Instagram @visitkulonprogo pada (28/8/24).
Wilayah Pesisir Barat
- Ancaman: Ekstrem
- Tinggi: >20m
- ETA (Jam): +00:30
Wilayah Tanggamus
- Ancaman: Fatal
- Tinggi: 10-20m
- ETA (Jam): +00:30
Wilayah Pandeglang
- Ancaman: Fatal
- Tinggi: 10-20m
- ETA (Jam): +00:30
Wilayah B. Lampung
- Ancaman: Awas
- Tinggi: 3-10m
- ETA (Jam): +01:30
Wilayah Cilegon
- Ancaman: Awas
- Tinggi: 3-10m
- ETA (Jam): +01:15
Wilayah Sukabumi
- Ancaman: Awas
- Tinggi: 3-10m
- ETA (Jam): +00:30
Wilayah Bengkulu S
- Ancaman: Awas
- Tinggi: 3-10m
- ETA (Jam): +00:45
Wilayah Kota Bengkulu
- Ancaman: Awas
- Tinggi: 3-10m
- ETA (Jam): +01:15
Wilayah Jakarta Utara
- Ancaman: Siaga
- Tinggi: 0,5-3m
- ETA (Jam): +03:15
Wilayah Kulonprogo
- Ancaman: Siaga
- Tinggi: 0,5-3m
- ETA (Jam): +01:15
Wilayah Bantul
- Ancaman: Siaga
- Tinggi: 0,5-3m
- ETA (Jam): +01:15
Wilayah Kota Padang
- Ancaman: Siaga
- Tinggi: 0,5-3m
- ETA (Jam): +02:00
Wilayah Pariaman
- Ancaman: Siaga
- Tinggi: 0,5-3m
- ETA (Jam): +02:00
Wilayah Denpasar
- Ancaman: Siaga
- Tinggi: 0,5-3m
- ETA (Jam): +01:45
Wilayah Mataram
- Ancaman: Waspada
- Tinggi: 0,1-0,5m
- ETA (Jam): +02:00
Wilayah Cirebon
- Ancaman: Waspada
- Tinggi: 0,1-0,5m
- ETA (Jam): +07:15. ***

Share this article
Lantas, seberapa tinggi potensi ancaman tsunami di kabupaten atau kota besar jika megathrust ini terjadi? Cek selengkapnya