AYOJAKARTA.COM - Wilayah Bandung Raya diguncang gempa bermagnitudo 5 skala richter, Rabu, 18 September 2024, pukul 9.41 WIB.
Guncangan gempa dirasa cukup kuat dalam durasi tiga hingga lima detik di sejumlah wilayah Bandung Raya.
Meliputi kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cimahi, Kabupaten Garut dan daerah penyangga lainnya.
Hingga pukul 10.10 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak lima kali dengan kekuatan yang lebih kecil.
Gempa ini berdampak pada beberapa rumah warga dan fasilitas umum di Kabupaten Bandung.
Tercatat ada 30 rumah warga dan dua masjid di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut mengalami rusak parah.
Laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, beberapa sekolah dan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat.
BPBD Jawa Barat masih terus mendata total atau jumlah kerusakan bangunan yang terdampak gempa pagi hari ini.
Terkait adakah korban jiwa dalam kejadian gempa pagi hari ini, BPBD Jawa Barat belum mengkonfirmasi secara langsung.
Hanya saja, berdasarkan pemantauan BPBD Jawa Barat menyebutkan bahwa beberapa bangunan fasilitas umum, seperti fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan kantor polisi turut mengalami kerusakan.
Warga pun dihimbau untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan terhadap gempa.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman bmkg.go.id, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa yang mengguncang wilayah Bandung Raya merupakan tipikal gempa dangkal.
Gempa ini belum bisa disebut sebagai ancaman Megathrust karena pusat gempa berada pada kedalaman 10 km dan berada di darat.
Gempa dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas sesar Garsela (Garut Selatan). Koordinat titik gempa berada di 7.19 LS 107.67 BT.
Sedangkan pusat gempa berada 24 km Tenggara Kabupaten Bandung dan tidak berpotensi tsunami.
Meliputi tujuh zona guncangan, antara lain: III Banjaran, II-III Lembang, II-III Parompong, II-III Kab. Bandung Barat, II-III Baleendah, II-III Garut, III-IV Majalaya, dan II-III Cileunyi.

Share this article
Tercatat ada 30 rumah warga dan dua masjid di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut mengalami rusak parah.