AYOJAKARTA.COM - Pada Sabtu, 28 September 2024, sejumlah tokoh menghadiri acara diskusi yang diadakan oleh Forum Tanah Air (FTA).
Diskusi digelar di Hotel Grand Kemang Jakarta Selatan diserang sekelompok preman yang langsung membubarkan acara.
Sekelompok preman yang mengenakan masker menerobos masuk ke ruangan tempat acara digelar.
Mereka terlibat dalam perilaku anarkis, antara lain merobek backdrop, merobek panggung acara, mematahkan tiang mikrofon, bahkan mengancam peserta yang baru saja tiba di lokasi.
Aksi kelompok preman itu terekam dalam video dan beredar di media sosial Instagram @catchvox.
Yang diundang hadir dan sebagai narasumber antara lain pakar hukum tata negara Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, Soenarko, serta Ketua dan Sekjen FTA, Tata Kesantra dan Ida N Kusdianti.
Pada acara tersebut telah terjadi pertengkaran antara mereka dan anggota diskusi di acara tersebut.
Video berdurasi 2 menit 55 detik itu memperlihatkan beberapa petugas polisi sedang berusaha untuk meredam keributan.
Refly Harun mengecam tindakan kelompok tersebut yang membubarkan acara itu.
Sementara itu, Din Syamsuddin mengatakan, kelompok penentang debat sudah melakukan orasi di atap kendaraan komando depan hotel sejak pagi hari.
“Salam demokrasi yg katanya pendukung pemerintah skrang mengalami kemajuan...hahahahaa masih akja yg blum sadar.....,” kata akun Instagram @setiawanche.
“Isinya org timur semua. Ya gmna ga bnyk bullying buat org sana ye kelakuannya diskriminatif gini mulu abisan gampang disuruh/dibayar org,” kata @iyapsyihab.
“Wihhh , pasti dr buzzernya mulyono, siapa lagi , sebuah settingan yg bagus ketika mau di kritikalah dibubarkan dan pihak kepolisian tidak ada tindakan tegass , mash kaya gini kita mau percaya polisi indonesia itu tidak yakin akan profesi mereka , jadi keinget suatu film alif, lam, mim, bahwa kejahatan sudah tertata rapi , ternyata ada yg menatanya entah untuk sebuah konspirasi ,atau untuk menutupi berita yg dimna sedang viral,” , kata @rendy.arliando
Baca Juga: Alasan Perekaman Video Syur Guru dan Siswi di Gorontalo, Polisi: untuk Laporkan ke Istri
“Bisa gak sih orang2 kek gini kirim ke perbatasan aja. Atau taro dimedan perang buat jadi tumbal. Itung2 ngurangin manusia kek gitu,” tambah akun Instagram @sspro01.
Din menjelaskan, sekelompok preman yang menggunakan masker itu memasuki lokasi acara dan berbuat onar sesaat sebelum acara dimulai.
Din mengatakan beberapa petugas polisi tampak diam dan massa tetap anarkis.
"Mereka semula orasi di depan hotel, tapi bisa bebas masuk ke ruangan yg berada di bagian belakang hotel," katanya.

Share this article
Diskusi Forum Tanah Air (FTA) yang dihadiri sejumlah tokoh diserang oleh orang tak dikenal dan polisi cepat bertindak.