AYOJAKARTA.COM — Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik menteri dan wakil menteri (wamen) dalam Kabinet Merah Putih bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pada Minggu, 20 Oktober 2024, Prabowo mengumumkan kabinetnya yang terdiri dari 48 menteri serta lima pejabat setingkat menteri.
Selain itu, ia juga mengumumkan 56 wakil menteri yang akan mendampinginya selama masa jabatan 5 tahun ke depan.
Kabinet ini menjadi sorotan karena jumlah kementeriannya jauh lebih besar dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
Baca Juga: Mengusung Keberlanjutan, 17 Menteri Lama Ini Kembali Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Siapa Saja?
Selama dua periode Presiden Joko Widodo, hanya ada 34 kementerian. Kini, dengan 48 kementerian, pemerintahan Prabowo-Gibran disebut memiliki "kabinet gemuk".
Pengamat politik Rocky Gerung menilai, besarnya kabinet ini membawa tantangan besar ke depannya.
"Hal yang bisa dipastikan bahwa tantangan di depan itu sangat berat dan komposisi yang sebesar ini dia harus di orkestrasi oleh seseorang yang paham betul, bagaimana sifat dari kebijakan," ujar Rocky Gerung, dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin, 21 Oktober 2024.
Ia menekankan bahwa kabinet ini bertujuan memperbaiki citra pemerintah sebelumnya.
Baca Juga: Kabar Baik! Setelah Pelantikan Presiden Prabowo, 4 Bansos Ini akan Segera Cair
"Jadi kelihatannya, nah ini kabinet yang ya daily activities-nya adalah memperbaiki citra, itu saya kira hal pertama itu karena kabinet sebelumnya ada di dalam kondisi yang sebetulnya berantakan," lanjut Rocky.
Menurut Rocky, kabinet Prabowo disusun dengan pertimbangan ambisius, tetapi didorong oleh kepentingan dinasti dan oligarki.
“Sebetulnya karena di orkestrasi secara sangat ambisius dan dihasilkan dengan pertimbangan-pertimbangan yang kemudian kita sebut kepentingan dinasti dan oligarki,” kata dia.***

Share this article
Kabinet Prabowo-Gibran berjumlah 48 kementerian dan 56 wakil menteri, lebih besar dari kabinet Jokowi. Tantangan ke depan dinilai berat.