AYOJAKARTA.COM - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, memberikan pernyataan terkait penggeledahan yang dilakukan di kantornya dan penangkapan 11 nama yang diduga terlibat dalam perlindungan terhadap situs j*d* online.
Meutya menyebut bahwa operasi tersebut menjadi "pil pahit" bagi kementeriannya, menggambarkan suasana di kantor yang penuh ketegangan saat polisi menggeledah.
Sebanyak 40 hingga 50 aparat kepolisian datang dalam penggeledahan yang berlangsung beberapa waktu lalu, dan ini bukan yang terakhir kalinya kepolisian berkunjung.
Baca Juga: Review Redmi Note 13 Pro 5G: HP Rp4 Jutaan Terbaik di Bagian Fotografi, Punya Kamera 200 MP
Dalam pernyataannya, Meutya menegaskan komitmen Kemkomdigi untuk bersikap terbuka dan mendukung proses penyelidikan.
"Kami sudah sampaikan komitmen bersama dengan Kapolri bahwa Kemkomdigi akan terbuka kepada seluruh upaya pengembangan penyidikan," ucapnya.
Pihak kementerian siap memberikan akses penuh kepada polisi setiap kali diperlukan, sebagai bagian dari pertanggungjawaban kementerian dalam membantu penegakan hukum terkait kasus ini.
Tak hanya itu, Kemkomdigi telah mengeluarkan instruksi internal kepada semua pegawai untuk bekerja sama penuh dengan aparat hukum.
Meutya memastikan bahwa setiap kunjungan polisi akan selalu didampingi oleh pihak kementerian, termasuk oleh Irjen Kemkomdigi dan tim Aptika.
"Kami membuka pintu selebar-lebarnya dan siap mendukung penegakan hukum untuk mencapai kejelasan dalam penyidikan ini," ujarnya.
Sebagai bentuk tindakan tegas, Kemkomdigi telah menonaktifkan 11 nama yang terbukti terlibat dalam kasus ini.
Baca Juga: Heboh! Apple akan Buka Pabrik di Bandung Senilai Rp150 Miliar? Usai iPhone 16 Dilarang di Indonesia
Menurut Meutya, keputusan ini diambil berdasarkan verifikasi internal serta bukti keterlibatan mereka dalam melindungi situs j*d* online.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum dan menjadi sinyal kuat bahwa kementerian tidak akan mentolerir tindakan ilegal semacam ini.
Langkah Kemkomdigi ini juga dianggap penting sebagai upaya menjaga integritas dan kredibilitas kementerian dalam menjalankan fungsinya.
Meutya menyatakan bahwa dengan adanya komitmen terbuka ini, kementerian ingin menunjukkan transparansi dan mendukung sepenuhnya proses penyelidikan.
Ia juga berpesan kepada pegawai lainnya untuk tetap mematuhi prosedur dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pegawai kementerian yang seharusnya berperan dalam melindungi dunia digital dari tindakan kriminal.
Penangkapan 11 nama tersebut menunjukkan bahwa pemerintah siap mengambil tindakan tegas dalam memberantas aktivitas ilegal di sektor digital, yang sering kali menjadi celah bagi pihak tak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan secara ilegal.***

Share this article
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, memberikan pernyataan terkait penggeledahan yang dilakukan di kantornya