AYOJAKARTA.COM – Presiden RI ketujuh yang juga merupakan kader PDIP, Joko Widodo secara resmi diberhentikan sebagai anggota partai berlambang kepala Banteng.
Melalui Surat Keputusan yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen, hak dan kewajiban Joko Widodo sebagai kader PDIP dicabut secara permanen.
Selain Joko Widodo, pemecatan sebagai kader PDIP juga dialami Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat Wakil Presiden serta Walikota Medan Bobby Nasution.
Dengan resminya pemecatan, para mantan anggota tidak lagi diperkenankan membawa atribut sert menempati jabatan dengan mengatasnamakan PDIP.
Aklamasi pemecatan terhadap keluarga Joko Widodo disampaikan langsung oleh Komaruddin Watubun selaku Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP.
Dalam surat pemecatan, PDIP menilai Joko Widodo tidak mengindahkan keputusan partai saat pemilihan presiden Februari 2024 lalu.
Sedangkan alasan PDIP memberhentikan Gibran, karena dinilai melanggar putusan partai serta mencalonkan diri sebagai Wapres hasil intervensi Mahkamah Konstitusi.
Baca Juga: Ada Perubahan Penting! Sistem Baru Pendataan Penerima Bantuan Sosial 2025
Sehubungan dengan pemecatan yang dilakukan PDIP, Joko Widodo mengaku legowo dan menghormati keputusan dari partai.
“Ndak apa-apa, saya menghormati keputusan itu dan saya tidak dalam posisi membela atau memberikan penilaian karena keputusan sudah terjadi,” tegas Jokowi.
Meski tidak secara menyebutkan maksudnya, saat ditanya kemungkinan bergabung dengan parpol lain atau membuat partai baru Jokowi menyinggung soal partai perseorangan.
Pernyataan senada terkait tanggapan atas putusan pemecatan sebagai kader PDIP juga disampaikan Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Kesempatan Pengangkatan Honorer Jadi PPPK 2024, Cek Kriterianya!
Kepada awak media, Gibran mengaku menghormati keputusan yang sudah ditetapkan PDIP dan akan fokus membantu kinerja Prabowo Subianto selaku Presiden sesuai tugas.
Menyikapi pemecatan terhadap Jokowi, Bahlil Lahadalia yang merupakan Ketum Partai Golkar mengaku terbuka untuk menerima anggota baru.
“Partai Golkar terbuka bagi semua anak bangsa yang ingin mengabdikan dirinya lewat partai politik, semua partai ingin mengajak tokoh yang potensial,” ungkapnya.
Selain pernah menjadi kader PDIP, sosok Jokowi menurut Bahlil juga sangat potensial karena jabatannya sebagai Presiden RI.
Namun demikian, Bahlil tidak dapat memastikan keputusan yang akan diambil oleh Joko Widodo setelah resmi diberhentikan sebagai anggota partai.
Sehubungan dengan perseteruan antara keluarga Jokowi dengan PDIP, pengamat politik Adi Prayitno menilai pemecatan Jokowi merupakan bentuk pelepasan beban politik.
Baca Juga: Lolos dari Vonis Mati di Indonesia, Terpidana Kasus Heroin 4,5 Miliar Dipulangkan ke Filipina
Selain karena merupakan akumulasi konflik yang terjadi menjelang Pilpres, PDIP juga ingin memastikan tidak adanya lagi narasi soal Jokowi di internal partai.
“Sepertinya PDIP tidak mau ngambang, PDIP juga enggan menanggung beban politik akibat manuver Pak Jokowi,” tegasnya.

Share this article
Selain Joko Widodo, pemecatan sebagai kader PDIP juga dialami Gibran Rakabuming serta Walikota Medan Bobby Nasution.