AYOJAKARTA.COM – Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kebijakan kontroversial yang sempat dibuatnya.
Ia diketahui mengizinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik Lebaran.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui surat resmi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan ditembuskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Kementerian PAN-RB.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Evakuasi 1.000 Warga Gaza, Akan Fokus pada Korban Luka dan Anak Yatim
"Saya kemarin sudah ditegur oleh Pak Gubernur. Saya telah mengirim surat permohonan maaf karena kebijakan yang saya ambil ternyata tidak sejalan dengan ketentuan yang berlaku," kata Supian Suri usai menghadiri kegiatan halal bihalal di Kecamatan Sukmajaya, Selasa (8/4/2025).
Ia membantah bahwa keputusan tersebut dimaksudkan untuk menentang aturan pemerintah pusat yang secara tegas melarang penggunaan kendaraan dinas oleh ASN untuk keperluan pribadi, termasuk mudik.
Menurut Supian, kebijakan tersebut murni dikeluarkan sebagai bentuk pertimbangan praktis untuk mempermudah mobilitas ASN agar dapat kembali bekerja tepat waktu setelah cuti bersama.
Ia juga menyatakan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan kendaraan dinas secara sembunyi-sembunyi oleh oknum pegawai.
"Faktanya, hanya segelintir pegawai yang menggunakan mobil dinas, itupun karena memang mereka tidak memiliki kendaraan pribadi. Jumlahnya sangat sedikit, hanya dua orang," ungkapnya.
Baca Juga: RESMI! Trump Tunda Tarif untuk 75 Negara, Tapi China Justru Dinaikkan Jadi 125 Persen!
Namun demikian, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai kebijakan tersebut tidak selaras dengan arahan pemerintah provinsi maupun pusat.
Bahkan Dedi Mulyadi akan segera memanggil Wali Kota Depok, Supian Suri, karena mengizinkan ASN di lingkungan pemerintahannya menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran 2025.
Dedi Mulyadi secara langsung menegur Supian Suri dan meminta agar kebijakan serupa tidak kembali diberlakukan di masa mendatang.
"Tadi malam saya sudah menegurnya. Tidak boleh ada pernyataan atau kebijakan yang bertentangan dengan instruksi yang sudah ditetapkan. Jika tidak dikendalikan, bisa membuka celah pelanggaran lainnya," ujar Dedi usai melaksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Gasibu, Bandung, Senin (31/3/2025).
Dedi Mulyadi itu juga menekankan bahwa penggunaan mobil dinas untuk keperluan pribadi, termasuk mudik.
Karena hal tersebut berisiko menimbulkan kerugian bagi negara apabila terjadi kerusakan atau penyalahgunaan aset milik pemerintah.***
Share this article
Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kebijakan kontroversial yang sempat dibuatnya.